Kue Keroncong Jadi Buruan Warga di Pasar Melak
- 01 Des 2025 15:00 WIB
- Sendawar
KBRN,Sendawar: Pedagang pasar Olah Bebaya Melak, Kecamatan Melak Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Reni Salim, kini tengah menjadi perbincangan setelah dua minggu terakhir mulai menjual kue keroncong sebagai usaha barunya. Meski baru berjalan, usaha ini langsung menarik perhatian pembeli. “Baru dua minggu jualan, alhamdulillah sudah ramai yang pesan,” ujarnya saat ditemui RRI di lapak dagangannya.
Setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 10.00 Wita, Reni menjajakan kue keroncong di depan pintu gerbang pasar. Dalam kurun waktu tersebut, ia mampu menghabiskan lebih dari 10 kilogram adonan basah setiap harinya. Menurutnya, aroma wangi yang keluar dari cetakan cukup mampu menarik perhatian warga. “Kalau pagi-pagi banyak yang mampir, kadang cepat habis,” katanya.

Selain kue keroncong, ia juga menyediakan cake, mpek-mpek, dan berbagai kue kering. Meski begitu, dagangan yang paling diburu pembeli tetaplah kue keroncong. Bentuknya kecil dengan harga yang terjangkau membuat jajanan tersebut cocok dibawa pulang sebagai camilan.
“Paling banyak dicari itu keroncong, mungkin karena murah dan rasanya cocok di lidah,” ucapnya.
Proses pembuatannya pun cukup sederhana, namun tetap mengedepankan cita rasa. Reni menyebut bahan utama yang digunakan ialah tepung terigu, kelapa parut, gula, vanili, telur dan sedikit garam.
“Diaduk dulu pakai air, baru dimasukkan kelapanya. Cetakan dipanaskan, dikasih mentega, baru dituang adonan,” katanya sambil memperagakan cara memasak.
Ia mengaku, harga bahan baku mengalami kenaikan menjelang perayaan Natal, namun tetap berusaha mempertahankan kualitas. “Bahan naik semua, tapi saya tetep pakai yang bagus biar rasanya nggak berubah,” ujar Reni. Adonan kemudian dimasak menggunakan teflon khusus yang ia pesan dari Ilir, dan dibakar di atas margarin agar menghasilkan aroma harum dan rasa gurih.
Menariknya, usaha kue keroncong ini merupakan sampingan dari usaha jilbab dan perlengkapan walet yang sudah ia jalankan hampir tiga tahun. Kue keroncong sendiri baru mulai dijual dua minggu terakhir.
“Kalau jilbab dan alat walet sudah lama, ini yang baru. Ternyata banyak yang suka,” katanya tersenyum.
Dengan harga Rp1.000 per biji, kue keroncong buatan Reni cukup bersahabat bagi semua kalangan. Tangan Reni terlihat cekatan mengangkat cetakan dan menuang adonan, memastikan kematangan sempurna di setiap loyang. “Selagi masih laku, saya terus buat tiap hari. Semoga rezekinya lancar,” ujarnya.
Bagi pencinta jajanan tradisional yang ingin mencicipinya, lapak Reni Salim dapat ditemui setiap pagi di Pasar Olah Bebaya Melak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....