Warisan Leluhur Dayak Bahau Terjaga Lewat Pitoh Tradisional

  • 13 Okt 2025 18:44 WIB
  •  Sendawar

KBRN,Sendawar: Tak hanya upacara adat dan tarian tradisional, perayaan Laliiq Ugaal di Kampung Tukul, Kecamatan Long Iram, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), juga dimeriahkan dengan hadirnya kuliner khas suku Dayak Bahau, yakni Pitoh. Makanan tradisional berbahan dasar beras ketan yang dimasak dengan cara unik dan penuh makna.

Pitoh menjadi hidangan wajib dalam setiap rangkaian Laliiq Ugaal, termasuk pada pelaksanaan Irah Tawah hari ini, Senin (13/10/2025).

 Proses pembuatannya dilakukan secara gotong royong oleh warga, terutama kaum ibu, sejak beberapa hari sebelumnya.

Baca juga: Tradisi Laliiq Ugaal Warnai Suasana Kampung Tukul 2025

Menurut salah satu peserta kegiatan, Song, pembuatan Pitoh membutuhkan kesabaran dan ketelitian.

“Beras ketan dibungkus dengan daun palem yang disebut Itun hip atau biasa juga disebut daun biru, lalu dimasukkan ke dalam bambu besar. Setelah itu dimasak perlahan selama 10 sampai 12 jam menggunakan kayu bakar,” ujarnya.

Proses memasak Pitoh memerlukan waktu yang panjang karena dilakukan secara tradisional, tanpa alat modern. Selain rasa yang gurih dan legit, aroma daun biru serta bambu yang terbakar menambah cita rasa khas yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.

Pitoh biasanya disajikan sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur dalam adat Bahau Saq. Makanan ini hanya dibuat pada momen-momen tertentu, terutama saat perayaan adat besar seperti Laliiq Ugaal.

“Setiap tahun kami buat Pitoh bersama-sama. Ini bukan sekadar makanan, tapi bagian dari adat dan warisan leluhur kami,” kata Song.

Selain Pitoh, masyarakat juga menyiapkan hidangan tradisional lainnya untuk disajikan kepada tamu dan peserta upacara adat. Namun, Pitoh tetap menjadi menu utama yang melambangkan ketabahan, kerja keras, dan kebersamaan warga Kampung Tukul dalam menjaga tradisi.

Dengan aroma bambu panggang yang khas dan rasa hangat yang menggugah, Pitoh tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya melestarikan budaya dan kearifan lokal Dayak Bahau.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....