Jengkol dan Petai, Lezat Bergizi Meski Beraroma Khas
- 30 Sep 2025 09:27 WIB
- Sendawar
KBRN, Sendawar: Jengkol dan petai menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia. Meski dikenal dengan aromanya yang tajam, olahan keduanya justru banyak digemari. Tidak sulit menjumpai menu berbahan jengkol seperti rendang jengkol, kerupuk jengkol, jengkol balado, hingga lalapan jengkol. Hal ini menjadi bukti bahwa peminatnya tetap tinggi meski berbau khas.
Petai pun tak kalah populer. Berbeda jenis dengan jengkol, petai juga digemari karena cita rasanya yang unik. Bahkan, makanan berbahan campuran petai biasanya memiliki harga jual lebih mahal, misalnya nasi goreng petai, cumi petai, hingga oseng tempe petai.
Namun, di balik kelezatannya, bau jengkol dan petai kerap menimbulkan pertanyaan: mengapa enak tapi bau? Dikutip dari fkb.umsida.ac.id, jengkol mengandung jengkolic acid atau asam jengkolat. Saat dicerna tubuh, senyawa ini menghasilkan aroma khas yang tercium melalui napas maupun urine.
Sedangkan petai memiliki aroma lebih tajam karena mengandung berbagai senyawa, seperti hexathionine, tetrathiane, trithiolane, pentathiopane, pentathiocane, dan tetrathiepane. Petai juga kaya asam amino yang dapat memicu terbentuknya gas metana, penyebab bau tak sedap pada mulut dan pencernaan.
Meski baunya cukup mengganggu, senyawa pada jengkol dan petai tidak berbahaya saat terhirup. Hanya saja, konsumsi jengkol berlebihan tidak dianjurkan karena dapat memicu pembentukan kristal pada urine dan menimbulkan gangguan ginjal.
Karena itu, bagi para penggemar jengkol maupun petai, sebaiknya tetap mengonsumsinya secara wajar. Sebab, tujuan makan adalah menjaga kesehatan, bukan menimbulkan penyakit. (Edy)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....