Kisah Umar, Pedagang Mi Ayam Keliling di Kubar

  • 06 Jan 2025 22:27 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar : Mi ayam adalah hidangan khas Indonesia yang terbuat dari mi gandum, dibumbui dengan daging ayam. Mudah dijumpai termasuk di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Provinsi Kalimantan Timur.

Salah satunya mi ayam ‘pak mandor’. Mungkin masih banyak masyarakat Kutai Barat yang belum familiar. Tapi bagi warga Barong Tongkok, khususnya di seputaran Ngenyan Asa, sudah tidak asing lagi. Terutama di tempat mangkalnya, area Gereja Katolik Centre Barong Tongkok.

“Saya keliling mulai dari Barong sampai Ngenyan tiap hari. Ada langganan di dekat Gereja Katolik Centre, biasanya di sana,” kata Umar, pemilik Mi Ayam pak Mandor, Senin (6/1/2025).

Menurutnya, setiap hari biasa menjual 60-70 porsi dengan harga Rp 20 ribu per porsi. Dapat tambahan satu telur rebus dan ceker ayam.

“Kebanyakan sih beli dibungkus, bawa pulang. Tapi ada juga yang makan di tempat,” ucap Umar.

Jualan keliling lanjut Umar, kadang sepi, kadang juga ramai. Namun demikian, hasil jualannya bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Ya ada juga waktu jualan gak habis semua,” terangnya.

Pria asal Bandung itu mengaku sudah 7 tahun merantau di Kabupaten Kutai Barat. Kurun waktu tersebut, berjualan keliling untuk memenuhi kebutuhan hari-hari, dan sudah ada langganan tetap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....