Komitmen Penurunan Stunting, Pemkab Kubar Dapat Suntikan Dana Rp 6,4 Miliar
- 24 Apr 2024 08:12 WIB
- Sendawar
KBRN, Sendawar: Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kutai Barat (Kubar) telah melakukan Penandatangan MoU sebagai bentuk keseriusan dan konsen pelayanan di bidang KB yang berkualitas serta kegiatan fisik dan Non fisik, dengan BKKBN Perwakilan Provinsi Kaltim tahun 2024 ini.
Kepala DP2KBP3A Kubar, Sukwanto mengatakan, MoU itu di lakukukan sebagai upaya Pemkab Kutai Barat agar target percepatan penurunan stunting dapat tercapai, baik di Kalimantan Timur maupun di Kubar.
“Oleh karena itu kita harapkan semua stakeholder atau perangkat daerah terkait agar saling bahu-membahu melakukan kegiatan untuk pencegahan dan penurunan stunting di Kubar,” ujar Sukwanto, Selasa (23/4/2024).
Selain itu, Ia juga mengajak kepada sektor swasta, dan semua pihak non pemerintah ikut bersama-sama pemerintah Kutai Barat dalam upaya penurunan stunting di Bumi Tanaa Purai Ngerimaan.
“Tidak kalah pentingnya peran serta dan dukungan seluruh elemen masyarakat, keluarga pada umumnya dan komunitas masyarakat di kampung kelurahan bisa bekerja sama melakukan upaya pencegahan stunting dan juga penurunan angka stunting,” ajak Sukwanto.
“Terutama yang menyangkut perilaku, budaya yang bisa menyebabkan anak stunting, kita berupaya secara perlahan-lahan menghilangkannya atau tidak lagi melakukan perilaku yang negatif tersebut,” harapnya.
Dalam kesempatab tersebut, Sukwanto menyampaikan, terkait upaya penurunan stanting, salah satunya Pemkab melalui DP2KBP3A Kubar secara berturut-turut meraih penghargaan apresiasi terbaik realisasi DAK Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) 3 tahun terakhir.
Yakni, meraih terbaik I (satu) realisasi anggaran di tahun 2021 dan 2022. Kemudian, Terbaik II (dua) realisasi DAK BOKB tahun 2023 kubar mencapai 96,88 persen dari total anggaran Rp 4 miliar lebih.
Sehingga pada tahun 2024 ini, Kutai Barat menerima DAK BOKB cukup besar yakni diangka Rp 6,4 Miliar dan nantinya digunakan untuk melanjutkan kegiatan non fisik di seluruh kampung dan kelurahan yang ada di Kubar.
Selain itu ada kegiatan pembangunan gedung penyuluh KB di Kecamatan Penyinggahan, serta pembelian alat laparoscopy senilai Rp 1,3 Miliar, termasuk kegiatan lain untuk prioritas penurunan stunting 4 kelurahan dan 190 kampung yang tersebar di 16 Kecamatan se Kutai Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....