ISPU Kabut Asap di Kubar Tembus 202, Dokter Sebut Kategori Tidak Sehat
- 02 Sep 2026 14:38 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar- Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) akibat kabut asap di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) kembali mengalami peningkatan. Pada Rabu, 2 September 2026, kadar PM2.5 tercatat mencapai 202 dan masuk dalam kategori tidak sehat.
Dokter Spesialis Paru, dr. Simon Petrus Hardianto Rumaratu, mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat karena paparan partikulat halus dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama jika terhirup dalam jangka waktu yang panjang.
“PM2.5 merupakan partikel udara yang sangat kecil, diameternya kurang dari atau sama dengan 2,5 mikrometer. Ukurannya sekitar 30 kali lebih kecil dibandingkan sehelai rambut manusia,” kata Simon, Kepada RRI, Rabu 2 September 2026.
Ia menjelaskan, paparan udara tidak sehat akibat kabut asap dapat menimbulkan dampak jangka pendek maupun jangka panjang. Kelompok yang paling rentan antara lain anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat yang memiliki penyakit penyerta seperti asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), maupun penyakit saluran pernapasan lainnya.
Menurutnya, kondisi kabut asap juga dapat memperburuk keluhan pasien yang sebelumnya telah memiliki gangguan pernapasan. Pasien asma dan PPOK, misalnya, dapat mengalami peningkatan intensitas sesak napas selama kualitas udara memburuk.
Simon mengimbau masyarakat mengurangi paparan langsung terhadap kabut asap dan tetap menggunakan masker secara tepat. Ia merekomendasikan masker FFP2 karena memiliki kemampuan filtrasi yang lebih baik terhadap partikel halus, terutama ketika kondisi asap semakin pekat.
“Kita berharap kejadian karhutla ini segera selesai sehingga masyarakat kembali bisa menghirup udara yang segar. Mari ambil bagian kita sekecil apa pun untuk menjaga lingkungan bersama, dan terutama bagi perokok, sebaiknya berhenti karena tidak ada manfaatnya bagi kesehatan,” ujar Simon.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....