Bukan Sekadar Bumbu, Ini Manfaat Lada yang Sayang Dilewatkan

  • 18 Agt 2026 10:22 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Lada sering kali hanya dipandang sebagai pelengkap masakan untuk memberikan sensasi pedas dan aroma hangat. Padahal, bumbu dapur yang dijuluki “King of Spices” ini menyimpan sederet khasiat medis yang luar biasa bagi tubuh. Mengonsumsinya secara rutin dalam takaran yang tepat ternyata dapat membawa dampak positif bagi kesehatan jangka panjang.

Bintang utama di balik manfaat lada adalah senyawa aktif bernama piperin. Senyawa inilah yang memberikan rasa pedas khas sekaligus bertindak sebagai antioksidan kuat untuk melawan radikal bebas. Senyawa antioksidan dalam lada berperan penting dalam mencegah kerusakan sel, menekan peradangan kronis, hingga membantu menetralkan racun di dalam tubuh.

Tidak hanya itu, lada juga dikenal sangat baik untuk sistem pencernaan. Kandungan piperin merangsang produksi enzim pencernaan di lambung dan pankreas, sehingga proses penyerapan nutrisi makanan menjadi jauh lebih optimal. Menariknya lagi, piperin terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan penyerapan nutrisi lain—seperti kurkumin pada kunyit dan beta-karoten—hingga ratusan persen saat dikonsumsi bersamaan.

Bagi kesehatan metabolik, lada menawarkan perlindungan ekstra. Beberapa penelitian Critical Reviews in Food Science and Nutrition menunjukkan bahwa konsumsi lada membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menjaga kadar gula darah tetap stabil. Dengan pengolahan yang tepat dan tidak berlebihan, bumbu sederhana ini bisa menjadi investasi kesehatan yang sangat mudah diterapkan di rumah.

Tips Memaksimalkan Manfaat Lada untuk Kesehatan

  1. Gunakan Lada Utuh (Biji): Gerus atau tumbuk biji lada saat akan dimasak. Lada bubuk kemasan yang sudah lama disimpan cenderung kehilangan sebagian kadar piperin dan minyak atsiri.
  2. Kombinasikan dengan Kunyit: Masak lada bersama kunyit. Senyawa piperin pada lada dapat meningkatkan penyerapan kurkumin (zat aktif kunyit) hingga 2.000%.
  3. Tambahkan di Akhir Masak: Masukkan lada halus menjelang masakan matang agar aroma, rasa, dan nutrisinya tidak rusak akibat paparan panas berlebih.
  4. Hindari Konsumsi Berlebihan: Meski sehat, konsumsi lada secara berlebihan dapat mengiritasi dinding lambung atau memicu rasa panas di tenggorokan.
  5. Simpan di Wadah Kedap Udara: Letakkan biji lada di tempat yang kering, sejuk, dan terhindar dari sinar matahari langsung agar kualitas antioksidannya tetap terjaga.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....