Waspada! Sebagian Minyak Ikan Ibu Hamil Berisiko Bagi Janin

  • 18 Agt 2026 08:55 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Asupan suplemen kerap menjadi andalan para ibu hamil demi menunjang perkembangan otak janin. Salah satu yang paling populer adalah suplemen minyak ikan karena kaya akan asam lemak Omega-3. Namun, alih-alih memberikan manfaat maksimal, memilih produk suplemen secara sembarangan justru berpotensi membahayakan kesehatan calon buah hati.

Para ahli kesehatan pada Journal of Perinatal Medicine mengingatkan bahwa tidak semua produk minyak ikan aman dikonsumsi selama masa kehamilan. Jenis suplemen yang berasal dari hati ikan, seperti cod liver oil, umumnya mengandung vitamin A dalam bentuk retinol dengan dosis yang sangat tinggi. Konsumsi retinol secara berlebihan pada trimester awal kehamilan diketahui berisiko memicu efek teratogenik atau cacat lahir pada janin.

Selain persoalan kandungan vitamin A, isu cemaran logam berat juga menjadi ancaman serius. Ikan predator berukuran besar cenderung menumpuk merkuri dan polychlorinated biphenyls (PCBs) di dalam tubuhnya. Jika minyak ikan diekstraksi tanpa proses pemurnian (purification) yang ketat, kandungan racun tersebut dapat menembus plasenta dan mengganggu perkembangan sistem saraf serta otak janin.

Oleh karena itu, para calon ibu diimbau untuk lebih teliti sebelum membeli suplemen harian. Langkah paling aman adalah memilih produk minyak ikan yang khusus diformulasikan untuk kehamilan (biasanya hanya mengekstraksi daging ikan, bukan hati) dan telah mengantongi sertifikasi bebas logam berat dari lembaga terpercaya. Konsultasi rutin dengan dokter kandungan tetap menjadi panduan utama sebelum mengonsumsi suplemen apa pun.

Tips Aman Mengonsumsi Minyak Ikan Saat Hamil

  1. Hindari Suplemen Hati Ikan: Jangan mengonsumsi cod liver oil atau suplemen berlabel hati ikan karena risiko tinggi kelebihan vitamin A (retinol).
  2. Cek Dosis DHA dan EPA: Pilih suplemen yang diformulasikan khusus ibu hamil dengan fokus kandungan DHA untuk perkembangan otak janin.
  3. Pastikan Bebas Merkuri: Pilih produk yang mencantumkan label purified atau telah diuji laboratorium bebas dari logam berat dan cemaran PCBs.
  4. Prioritaskan Sumber Alami: Jika memungkinkan, penuhi kebutuhan Omega-3 dari ikan segar yang rendah merkuri seperti kembung, salmon, atau sarden yang dimasak matang sempurna.
  5. Konsultasi Dokter: Selalu diskusikan dosis dan merek suplemen dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Sp.OG) Anda.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....