Peringati Hari Hepatitis Dunia, Dinkes Kubar Edukasi Pentingnya Jaga Kesehatan
- 05 Agt 2026 14:08 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Dalam rangka memperingati Hari Hepatitis Sedunia, Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat menggelar edukasi bertajuk "Hati Sehat, Hidup Hebat, Edukasi Hepatitis untuk Keluarga". Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan hati serta mencegah penularan hepatitis melalui deteksi dini, imunisasi, dan pola hidup sehat.
Ketua Tim Kerja P2PM Dinas Kesehatan Kutai Barat, dr. Rafaela Wisdafiesta, mengatakan upaya pencegahan hepatitis telah dilakukan melalui pemberian imunisasi di puskesmas dan rumah sakit sejak bayi baru lahir.
"Imunisasi dimulai dengan vaksin Hepatitis B dosis nol (HB-0), dilanjutkan HB-1 hingga rangkaian imunisasi dasar lengkap sebelum bayi berusia enam bulan," ujar Dr. Rafaela pada Rabu 5 Agustus 2026.
Selain itu, Dinas Kesehatan bersama puskesmas juga rutin melakukan promosi kesehatan kepada masyarakat, termasuk kegiatan senam bersama di sekolah sebagai bagian dari edukasi pola hidup sehat.
Menurut dr. Rafaela, kasus hepatitis di Kutai Barat masih diibaratkan seperti fenomena gunung es karena masih terdapat kasus yang belum terdeteksi.
"Meski hingga kini belum ditemukan kasus kematian yang disebabkan langsung oleh hepatitis, sebagian besar kasus ditemukan pada ibu hamil dengan dominasi Hepatitis B yang dapat menular melalui hubungan seksual maupun penggunaan jarum suntik yang tidak steril," katanya.
Ia juga menambahkan, hepatitis terdiri dari beberapa jenis, yakni Hepatitis A, B, C, D, dan E. Hepatitis A dan E umumnya menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, sedangkan Hepatitis B dan C dapat berkembang menjadi penyakit kronis apabila infeksi berlangsung lebih dari enam bulan.
Lebih lanjut, dr. Rafaela menjelaskan, hati merupakan organ vital yang berfungsi menetralisir racun, mengolah karbohidrat, protein, dan lemak, serta menyimpan cadangan energi. Ia mengimbau, masyarakat tidak menjauhi anggota keluarga yang menderita hepatitis karena penyakit tersebut tidak menular melalui berjabat tangan atau berpelukan. Sebaliknya, penderita perlu mendapat dukungan agar tetap semangat menjalani pengobatan. Ia juga mengingatkan ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan sejak dini karena virus hepatitis dapat merusak organ hati ibu sekaligus meningkatkan risiko gangguan hati pada bayi yang dikandung.
Sementara itu, Wasor Hepatitis Dinas Kesehatan Kutai Barat, Hadi Nata, mengatakan data kasus hepatitis diperoleh dari laporan puskesmas dan rumah sakit yang diinput melalui sistem pelaporan kesehatan. Berdasarkan data Januari hingga Juli 2026, tercatat sebanyak 280 kasus hepatitis, dengan sebagian besar ditemukan pada ibu hamil. Meski jumlah kasus cukup tinggi, hingga saat ini belum terdapat laporan kematian akibat hepatitis di Kutai Barat.
Hadi Nata mengungkapkan, edukasi mengenai hepatitis terus dilakukan setiap bulan di seluruh puskesmas. Berdasarkan hasil pemantauan, sekitar 86 persen masyarakat telah mengetahui gejala hepatitis, seperti mata dan kulit menguning. Ia menegaskan, ibu hamil perlu melakukan pemeriksaan sedini mungkin karena hepatitis sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal dan kerap terlambat diketahui akibat gejalanya menyerupai keluhan kehamilan. Penanganan pasien hepatitis pun berbeda dengan pasien nonhepatitis sehingga diagnosis dini sangat penting untuk mencegah komplikasi.
Dinas Kesehatan Kutai Barat mengajak masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan guna mengetahui status hepatitis sejak dini. Melalui deteksi awal, imunisasi lengkap, penerapan pola hidup bersih dan sehat, serta dukungan terhadap penderita, diharapkan penularan hepatitis dapat ditekan sehingga target eliminasi hepatitis di Kutai Barat dapat tercapai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....