Menggaruk Gigitan Nyamuk Berisiko Perparah Luka di Kulit

  • 22 Jul 2026 13:02 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Samarinda - Menggaruk bagian kulit yang terasa gatal akibat gigitan nyamuk dapat memperparah kondisi luka. Kebiasaan tersebut berpotensi menyebabkan iritasi yang semakin luas, meningkatkan risiko infeksi, serta memperlambat proses penyembuhan jaringan kulit.

Ahli serangga FMIPA Universitas Mulawarman Samarinda, dr. Nova menjelaskan rasa gatal yang muncul setelah gigitan nyamuk merupakan reaksi tubuh terhadap zat yang dikeluarkan nyamuk saat mengisap darah. Karena itu, kulit sebaiknya tidak digaruk secara berlebihan agar tidak menimbulkan luka yang semakin melebar.

"Nyamuk sebenarnya tidak menggigit karena tidak memiliki gigi. Nyamuk menusuk kulit menggunakan modifikasi mulut berupa probosis yang bentuknya menyerupai belalai gajah sebagai alat pengisap darah yang sangat tajam untuk menembus jaringan kulit," ujar dr. Nova, Rabu, 22 Juli 2026.

Ia menambahkan, luka yang timbul akibat garukan dapat membuka jalan bagi masuknya bakteri dari permukaan kulit maupun lingkungan sekitar. Kondisi tersebut dapat memicu infeksi sekunder sehingga keluhan menjadi lebih berat dibandingkan reaksi awal akibat tusukan nyamuk.

Selain nyamuk, Nova juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai keberadaan serangga lain di lingkungan rumah, salah satunya Blattella germanica atau kecoa Jerman. Serangga ini dikenal sebagai salah satu hama permukiman yang paling agresif dan berpotensi membawa berbagai bakteri penyebab penyakit.

Menurutnya, kecoa Jerman dapat menjadi vektor bakteri seperti Salmonella dan Escherichia coli (E. coli) yang mencemari makanan maupun peralatan rumah tangga. Keberadaan serangga tersebut juga dapat memicu gangguan kesehatan melalui alergen yang berasal dari kotoran dan sisa kulitnya.

"Blattella germanica merupakan salah satu hama permukiman paling agresif. Dampak negatifnya meliputi gangguan pernapasan akibat alergen dari kotoran dan kulitnya, kontaminasi makanan yang menimbulkan kerugian ekonomi, serta stres psikologis bagi penghuni rumah," katanya.

Ia mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kebiasaan menggaruk kulit yang gatal akibat tusukan nyamuk, serta melakukan pengendalian hama di dalam rumah secara rutin. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko penularan penyakit sekaligus menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....