Batas Aman Konsumsi Santan agar Tetap Sehat
- 18 Apr 2026 14:03 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Makanan bersantan kerap menggoda selera karena cita rasanya yang gurih dan khas. Tak heran jika banyak orang menyukainya. Namun, muncul pertanyaan: apakah makanan bersantan sehat dan boleh dikonsumsi?
Jawabannya, makanan bersantan tetap boleh dikonsumsi, tetapi tidak dianjurkan setiap hari dan harus dalam batas wajar. Hal ini karena santan mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi.
Berdasarkan informasi dari laman GWS Medika, santan memiliki nilai indeks glikemik tinggi, yakni sekitar 97. Konsumsi berlebihan berpotensi meningkatkan kadar gula darah. Dalam 100 gram santan murni juga terkandung sekitar 34,30 gram lemak, sehingga perlu dibatasi.
Secara umum, batas aman konsumsi santan sekitar satu cangkir atau 150 mililiter per hari. Konsumsi melebihi batas tersebut berisiko meningkatkan penumpukan lemak jenuh dalam tubuh, yang dapat memicu penyakit jantung dan stroke.
Selain itu, batas aman juga dapat dilihat berdasarkan jenis santan. Untuk santan kental yang biasa digunakan dalam masakan, disarankan hanya beberapa sendok makan hingga maksimal setengah cangkir per hari atau sekitar 60 gram. Pasalnya, satu cangkir santan kental dapat mengandung lebih dari 500 kalori dan lebih dari 50 gram lemak.
Sementara itu, santan encer atau minuman santan memiliki batas konsumsi sekitar satu gelas per hari, terutama jika tanpa tambahan gula. Kandungan lemak dan kalorinya lebih rendah karena telah dicampur air.
Mengacu pada rekomendasi American Heart Association (AHA), asupan lemak jenuh sebaiknya tidak lebih dari 6 persen dari total kalori harian. Jika kebutuhan kalori seseorang sekitar 2.000 kkal, maka batas lemak jenuh hanya sekitar 13,3 gram per hari atau setara dengan kurang lebih 60 gram santan kental.
Meski santan mengandung asam laurat yang dapat meningkatkan kolesterol baik (HDL), konsumsi berlebih tetap berisiko. Dampaknya antara lain meningkatkan kolesterol jahat (LDL), memicu kenaikan berat badan, serta menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung atau diare pada sebagian orang.
Agar tetap sehat, masyarakat disarankan mengonsumsi santan dengan cara yang lebih bijak, seperti mengencerkan santan saat memasak, memperbanyak asupan sayur dan buah, serta menghindari kombinasi dengan makanan tinggi lemak lain seperti gorengan atau jeroan.
Selain itu, aktivitas fisik juga penting untuk membantu membakar kalori berlebih. Bagi individu dengan riwayat kolesterol tinggi, diabetes, atau penyakit jantung, konsumsi santan sebaiknya dibatasi lebih ketat atau dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis.
Dengan pengaturan yang tepat, makanan bersantan tetap dapat dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....