Waspada Efek Samping! Pantangan Minum Bawang Dayak yang Tidak Boleh Diabaikan

  • 11 Mar 2026 19:12 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Bawang dayak (Eleutherine palmifolia) kian populer sebagai "emas merah" dari tanah Kalimantan karena khasiatnya menangkal berbagai penyakit kronis. Namun, di balik kandungan fenolik dan flavonoidnya yang tinggi, tanaman endemik ini memiliki rambu-rambu konsumsi yang ketat. Mengabaikan aturan minumnya justru dapat memicu reaksi tubuh yang tidak diinginkan, terutama bagi kelompok tertentu.

Dari Journal of Applied Pharmaceutical Science, Zat aktif dalam bawang dayak bekerja cukup kuat dalam memengaruhi sistem peredaran darah. Berikut adalah beberapa pantangan utama yang perlu diperhatikan:

  • Penderita Hipotensi: Efek penurunan tekanan darah pada bawang dayak sangat cepat, sehingga penderita darah rendah berisiko mengalami pusing hebat atau pingsan.
  • Pasca Operasi: Karena sifatnya yang mengencerkan darah, konsumsi bawang dayak harus dihentikan minimal dua minggu sebelum dan sesudah tindakan bedah untuk mencegah perdarahan berlebih.
  • Gangguan Lambung Akut: Bagi pemilik lambung sensitif, senyawa dalam bawang merah hutan ini terkadang memicu rasa perih jika dikonsumsi dalam keadaan perut kosong.

Tips Mengonsumsi Bawang Dayak secara Aman

Agar mendapatkan manfaat tanpa risiko, perhatikan langkah-langkah berikut:

  1. Dosis Bertahap: Mulailah dengan dosis kecil (1–2 siung) untuk melihat reaksi adaptasi tubuh Anda.
  2. Perhatikan Waktu: Sangat disarankan meminum air rebusan bawang dayak satu jam setelah makan untuk melindungi lapisan lambung.
  3. Gunakan Wadah Tanah atau Kaca: Hindari merebus bawang dayak menggunakan panci aluminium karena dapat bereaksi dengan zat kimia tanaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....