Brave Hadirkan Email Alias, Lindungi Alamat Email Pengguna

  • 31 Agt 2026 10:40 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Samarinda – Browser Brave versi terbaru 1.94 menghadirkan fitur Email Alias yang memungkinkan pengguna menyembunyikan alamat email utama saat mendaftar layanan digital.

Fitur tersebut dirancang untuk mengurangi risiko spam, pencocokan identitas lintas situs, hingga potensi serangan phishing akibat kebocoran data. Pengguna tetap dapat menerima pesan karena email alias akan meneruskannya ke alamat utama.

Dilansir dari rilis resmi Brave, fitur Email Alias menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat perlindungan privasi pengguna. Alamat email asli tidak perlu diberikan langsung kepada situs atau layanan yang baru digunakan.

Vice President Security and Privacy Brave, Shivan Kaul Sahib, mengatakan perlindungan tersebut penting karena alamat email dapat tersebar setelah terjadi kebocoran data.

“Jika situs web tempat Anda mendaftar diretas, informasi Anda dapat bocor dan berakhir di pialang data,” ujar Shivan dalam pengumumannya.

Menurutnya, alamat email yang awalnya diberikan kepada satu layanan dapat tersebar jauh lebih luas. Kondisi tersebut bahkan dapat membuat pengguna menjadi sasaran kampanye phishing dalam jangka panjang.

Melalui Email Alias, pengguna mendapatkan alamat berbeda ketika mendaftar layanan baru. Pesan yang dikirim layanan tersebut tetap diteruskan kepada alamat email utama pengguna.

Brave sebelumnya telah menerapkan isolasi data untuk mencegah situs mengidentifikasi pengguna melalui korelasi berbasis cookie maupun cache. Fitur Email Alias memperluas perlindungan tersebut dengan memutus keterkaitan alamat email antar-layanan.

Untuk menggunakan fitur ini, pengguna membutuhkan Akun Brave yang dapat dibuat secara gratis. Pengguna perlu mendaftarkan alamat email utama agar sistem dapat meneruskan pesan yang masuk melalui alias.

Brave menyebut Akun Brave menggunakan metode OPAQUE untuk proses autentikasi. Teknologi pertukaran kunci yang diautentikasi kata sandi tersebut telah distandarisasi melalui RFC 9807.

Dengan metode tersebut, kata sandi maupun hash kata sandi pengguna tidak dikirimkan ke server Brave. Sistem ini dirancang mengurangi paparan terhadap pencatatan kata sandi dan serangan terhadap basis data kredensial.

Namun, teknologi tersebut bukan perlindungan mutlak terhadap ancaman digital. Brave tetap mengingatkan bahwa metode tersebut tidak dapat melindungi pengguna dari phishing maupun penggunaan kata sandi yang lemah.

Pada tahap awal, layanan Email Alias dapat digunakan secara gratis hingga lima akun email. Brave menyatakan akan menghadirkan versi Premium berbayar yang menghapus batasan tersebut.

Dari sisi penyimpanan data, Brave menyatakan alamat email utama dan alias disimpan dalam kondisi terenkripsi. Pesan yang diteruskan juga dihapus dari server dalam hitungan detik setelah proses pengiriman.

Sementara catatan yang dibuat pengguna terkait alias disimpan secara lokal. Jika disinkronkan menggunakan Brave Sync, catatan tersebut dilindungi dengan enkripsi end-to-end.

Meski menawarkan perlindungan privasi, Brave mengingatkan pengguna terhadap kemungkinan kendala pada tahap awal. Pesan yang diteruskan melalui alias berpotensi masuk ke folder spam.

Hal itu terjadi karena layanan Email Alias Brave masih membangun reputasi sebagai penyedia penerusan email. Pengguna yang mencoba fitur ini perlu memeriksa folder spam jika pesan dari layanan yang didaftarkan tidak masuk ke kotak masuk utama.

Kehadiran Email Alias menunjukkan bahwa perlindungan privasi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas penelusuran di internet. Alamat email juga menjadi bagian penting dari jejak digital yang perlu dikendalikan pengguna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....