Keanekaragaman Hayati Kaltim Dukung Indonesia Emas 2045 Secara Berkelanjutan
- 28 Jun 2026 09:53 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Samarinda - Keanekaragaman hayati di Kalimantan Timur dinilai menjadi salah satu modal penting dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. Potensi sumber daya hayati yang melimpah tidak hanya berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga membuka peluang pengembangan berbagai sektor berbasis riset dan inovasi.
Meski memiliki kekayaan fauna yang sangat besar, hingga kini masih banyak spesies hewan di Kalimantan Timur yang belum terpetakan secara spesifik, baik dari sisi karakteristik maupun manfaatnya. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang bagi dunia akademik untuk terus memperluas penelitian terhadap potensi hayati daerah.
Profesor Rudy Agung Nugroho, Kepala Laboratorium Fisiologi Perkembangan dan Molekuler Hewan Fakultas MIPA Universitas Mulawarman mengatakan penelitian yang lebih mendalam diperlukan agar kekayaan hayati Kalimantan Timur dapat dimanfaatkan secara optimal bagi pembangunan berkelanjutan.
"Masih banyak spesies hewan di Kalimantan Timur yang belum terpetakan secara spesifik, termasuk potensi manfaatnya yang dapat memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat lokal," ujarnya, dikutip Minggu, 28 Juni 2026.
Menurutnya, hasil penelitian terhadap berbagai spesies lokal dapat menjadi dasar dalam pengembangan produk bernilai tambah yang mendukung perekonomian masyarakat. Pemanfaatan sumber daya hayati juga harus dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip konservasi agar keberlanjutan ekosistem tetap terjaga.
Salah satu organisme yang dinilai memiliki prospek besar Yakni Maggot. Serangga tersebut diketahui memiliki kandungan protein tinggi sehingga berpotensi dikembangkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari budidaya ternak hingga sektor kesehatan, kosmetik, dan farmasi.
"Maggot memiliki kandungan protein yang tinggi dan sangat berpotensi dikembangkan untuk budidaya ternak, kesehatan, kosmetik, hingga farmasi apabila didukung riset yang berkelanjutan," kata Prof. Rudy.
Melalui penguatan penelitian, pemetaan keanekaragaman hayati, serta hilirisasi hasil riset, Kalimantan Timur diharapkan mampu menjadi salah satu pusat pengembangan bioekonomi nasional. Langkah tersebut sekaligus mendukung terciptanya inovasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....