Modus Phishing Marak, Masyarakat Diimbau Waspadai Tautan dan Situs Palsu
- 28 Apr 2026 16:02 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Long Bagun –Pelaku phishing umumnya mengirimkan pesan berisi tautan mencurigakan dengan berbagai iming-iming menarik, seperti hadiah, bonus, hingga peringatan akun yang diklaim bermasalah. Pesan tersebut sengaja dibuat seolah-olah mendesak agar korban segera mengambil tindakan tanpa berpikir panjang.
Tautan yang dikirim biasanya mengarahkan korban ke situs palsu yang tampilannya sangat mirip dengan situs resmi. Mulai dari logo, desain, hingga format halaman dibuat sedemikian rupa untuk mengelabui korban agar tidak menyadari bahwa situs tersebut merupakan tiruan.
Modus ini saat ini sedang ramai diperbincangkan masyarakat Kampung Ujoh Bilang, seiring dengan adanya sejumlah temuan pesan mencurigakan yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan. Salah satu warga, Alimul Fikri, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima pesan digital.
“Sekarang banyak sekali pesan masuk yang kelihatannya resmi, padahal itu bisa saja penipuan. Kita harus lebih teliti sebelum klik atau isi data apa pun,” ujarnya, Selasa 28 April 2026.
Ketika korban memasukkan data pribadi seperti username, kata sandi, maupun informasi perbankan, data tersebut dapat langsung terekam oleh pelaku tanpa sepengetahuan korban. Informasi ini kemudian berpotensi digunakan untuk mengambil alih akun atau tindakan ilegal lainnya.
Selain melalui tautan, modus phishing juga kerap memanfaatkan file berbahaya dalam bentuk APK, PDF, atau dokumen lainnya. File tersebut biasanya dikirim dengan dalih informasi penting atau undangan resmi yang tampak meyakinkan.
Setelah file dibuka atau diinstal, perangkat korban dapat terinfeksi malware yang memungkinkan pelaku mengakses data pribadi secara otomatis. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada akun digital, tetapi juga pada keamanan perangkat secara keseluruhan.
Teknik phishing terus berkembang seiring kemajuan teknologi, dengan kemampuan pelaku meniru tampilan pesan, aplikasi, maupun situs resmi secara sangat mirip. Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada, tidak mudah percaya, serta selalu melakukan verifikasi terhadap setiap pesan yang diterima
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....