Hetifah Apresiasi Program INOVASI Dikdas di IKN

  • 15 Jun 2025 19:52 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Nusantara : Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengapresiasi keberhasilan program INOVASI dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, pendampingan yang dilakukan program kerja sama Indonesia-Australia itu telah membuktikan dampak nyata dalam meningkatkan literasi dan pembelajaran di sekolah-sekolah wilayah IKN.

"Jadi saya senang sekali ini adalah bentuk kolaborasi yang sangat luar biasa dari IKN untuk Indonesia. Saya juga ingin mengapresiasi tentunya selain OIKN yang memberikan satu kepastian kepada kita bahwa cita-cita untuk memeratakan pendidikan yang berkeadilan itu ada di depan mata. Teman-teman INOVASI, terima kasih,” ujar Hetifah dalam acara Gelar Karya Inovasi Pendidikan di IKN, Jumat (13/6/2025).

BACA JUGA:

Indonesia-Australia Bersatu Tingkatkan Mutu Pendidikan Dasar di IKN

Ia menilai keberhasilan ini layak dijadikan contoh praktik baik yang dapat diadopsi secara nasional. "Mudah-mudahan apa yang terjadi di IKN ini bisa diangkat oleh Pak Menteri sebagai kebijakan nasional," tambahnya.

Hetifah juga menyampaikan rasa bangganya terhadap para guru dan kepala sekolah di daerah yang menunjukkan semangat belajar dan berinovasi, termasuk membuat alat peraga dan buku ajar sendiri. Menurutnya, dengan dukungan yang tepat, guru-guru di daerah bisa menghasilkan capaian yang tak kalah dari sekolah-sekolah di kota besar.

"Kami di Komisi X siap mendukung kebijakan yang berpihak pada pemerataan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan," tegas Hetifah.

BACA JUGA:

OIKN-INOVASI Wujudkan Pendidikan Dasar Berkualitas di Ibukota Nusantara

Sementara Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan pentingnya memperkuat pendidikan dasar sebagai fondasi utama bagi keberhasilan belajar di jenjang yang lebih tinggi.

“Ketika kita bicara literasi dan numerasi, kita sedang bicara soal pendidikan dasar yang jadi pondasi penting untuk pembelajaran selanjutnya,” ujar Mu’ti.

Ia menjelaskan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang memiliki pengalaman belajar sejak jenjang prasekolah, seperti kelompok bermain dan penitipan anak, cenderung memiliki kesiapan dan keberlanjutan belajar yang lebih baik.

“Karena itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus berupaya memperkuat fondasi pendidikan ini sejak usia dini hingga tingkat dasar,” tegasnya.

Upaya tersebut termasuk memperbaiki kualitas pembelajaran di sekolah dasar, meningkatkan kompetensi guru, dan memperluas akses terhadap pendidikan anak usia dini.

Mu’ti juga mendukung kolaborasi seperti program INOVASI di IKN yang telah memberikan dampak nyata dalam peningkatan literasi dan numerasi siswa.

Untuk diketahui Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) adalah kemitraan antara pemerintah Australia dan Indonesia untuk memperbaiki kebijakan dan praktik pembelajaran dan membantu Pemerintah Indonesia memastikan bahwa semua siswa di tingkat dasar di Indonesia, tanpa kecuali, menguasai keterampilan dasar.

Program INOVASI diimplementasikan bersama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas). Program ini juga bermitra dengan organisasi non-pemerintah, lembaga pendidikan calon guru, sektor swasta dan program serta mitra pembangunan lainnya.

Terdapat 122 sekolah di wilayah penyangga IKN yang menjadi lokus program tersebut, dengan 8 sekolah percontohan mulai dilaksanakan bersama OIKN sejak 2023.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....