Baterai Self-Healing Revolusioner Diluncurkan
- 17 Apr 2025 11:02 WIB
- Sendawar
KBRN, Sendawar : Para peneliti di Universitas California, Berkeley, telah membuat kemajuan yang luar biasa dalam teknologi baterai dengan mengembangkan baterai lithium-ion yang tidak beracun, fleksibel, dan dapat memperbaiki sendiri atau self-healing. Tidak seperti baterai konvensional pada umumnya, yang sering kali kaku dan rentan terhadap kerusakan, baterai inovatif ini dapat menahan puntiran, peregangan, dan bahkan kebocoran. Prestasi luar biasa ini membuka kemungkinan baru untuk pengaplikasian dalam robotika lunak dan teknologi yang dapat dikenakan atau wearable device.
Dilansir dari observervoice, baterai yang dapat memperbaiki sendiri ini merupakan hasil penelitian kolaboratif yang melibatkan para ahli dari Universitas California, Berkeley, Institut Teknologi Georgia, dan Universitas Sains dan Teknologi Hong Kong. Temuan mereka, yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances, mengungkapkan bahwa baterai canggih ini tetap stabil bahkan setelah 500 siklus pengisian dan pengosongan daya. Strukturnya yang seperti jeli memungkinkan fleksibilitas yang luar biasa, sehingga cocok untuk berbagai aplikasi yang tidak dapat dilakukan oleh baterai tradisional.
Penciptaan baterai inovatif ini didorong oleh penggunaan polimer zwitterionik, yang mengandung muatan positif dan negatif. Polimer ini secara efektif mengikat molekul air, sementara muatan negatifnya menarik ion litium. Konfigurasi ini memastikan bahwa air terikat erat di dalam baterai, sehingga secara signifikan mengurangi risiko kebocoran ion litium saat tegangan diterapkan. Selain itu, para peneliti memasukkan asam akrilik dan elektrolit hidrogel berbasis garam litium bebas fluorin, yang berfungsi sebagai pengikat silang dan menyediakan jeda stabilitas hingga 3,11 volt.
Komposisi baterai yang dihasilkan terdiri dari 19 persen air dan menunjukkan stabilitas bahkan dalam tingkat kelembapan 50%. Untuk menguji fungsinya, tim peneliti menghubungkan baterai ke papan sirkuit untuk menyalakan lampu LED. Hebatnya, baterai beroperasi secara efektif selama lebih dari satu bulan. Baterai self-healing yang inovatif ini merupakan lompatan yang signifikan dalam teknologi baterai. Ketahanannya dan bahan yang tidak beracun memposisikannya sebagai alternatif yang unggul untuk baterai litium konvensional, terutama untuk digunakan dalam dunia robotika lunak dan perangkat wearable. Tim peneliti di UC Berkeley telah menunjukkan bahwa potensi inovasi dalam desain baterai tidak memiliki batas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....