Otorita IKN Kembali Teken Investasi Senilai Rp3,5 Triliun
- 21 Mei 2025 17:54 WIB
- Sendawar
KBRN, Nusantara: Geliat investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan tren positif. Setelah pekan lalu menggandeng investor asal Uni Emirat Arab, Ayedh Dejem Group, kini Otorita IKN kembali menorehkan capaian penting. Sebanyak enam perusahaan swasta dalam negeri resmi menanamkan investasi senilai total Rp3,5 triliun, melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang digelar di kantor OIKN, Rabu (21/5/2025).
Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono bersama para perwakilan perusahaan yang hadir, antara lain:
• Antoni H. Silitonga (Direktur, PT Kreasibeton Nusapersada)
• Amanda Citra Tedja Surya (Direktur, PT Makmur Berkah Hotel)
• Nadya Airrine (Komisaris, PT Solusi Harapan Nusantara)
• Soeny Yoewono Koesbandi (Dirut, PT Maxi Nusantara Raya)
• Nanang Supangat (Dirut, PT Dayamulia Turangga)
• Yonanda Nova Kusumanto (Project Manager, PT AIS Property Asia)
Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, menyambut gembira dan mengapresiasi komitmen para investor yang menaruh kepercayaan untuk membangun di IKN.
“Atas nama Otorita IKN dan pemerintah Indonesia, kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan dari para investor. Investasi ini menjadi bukti bahwa IKN semakin menarik di mata pelaku usaha,” ujar Basuki.
Menurut Basuki, hingga April 2025 sudah ada 42 perusahaan yang menanamkan modal di IKN dengan total nilai mencapai Rp62 triliun. Selain itu, skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) juga menyentuh angka Rp132 triliun, ditambah alokasi APBN sebesar Rp86 triliun untuk pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Basuki mengungkapkan, tahap kedua pembangunan IKN tengah dimulai. Beberapa proyek seperti istana wakil presiden, masjid, jalan tol, hingga pengelolaan limbah sedang dikebut. Sementara kementerian PUPR juga tengah menuntaskan pembangunan rumah susun, untuk ASN dan TNI-Polri, termasuk hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Kami ingin IKN tidak hanya dihuni ASN dan TNI/Polri, tapi juga masyarakat umum. Karena itu, akan dibangun rusun untuk pekerja sektor swasta, termasuk karyawan hotel,” jelasnya.
Basuki meyakini aktivitas di IKN akan semakin hidup. Sebab mulai Juni 2025, diperkirakan akan ada tambahan 600 pegawai OIKN dan 200 lebih personel BIN. Selain itu, OIKN dan Kemenpan RB juga berencana memindahkan ASN secara bertahap ke IKN.
“IKN akan jadi pusat keramaian yang luar biasa. Kami juga sedang menyiapkan tender untuk pembangunan kantor legislatif dan yudikatif termasuk jalan tol. Jadi insya Allah mulai tahun ini akan banyak pegawai di sini,” ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, OIKN juga memberikan kemudahan bagi para investor, termasuk dalam pengurusan sertifikat tanah.
“Sekarang semua urusan bisa selesai dalam seminggu. Urusan lahan? Serahkan ke kami. Investor tinggal datang bawa anggaran, sisanya kami yang urus,” tegas mantan menteri PUPR ini.
“Kalau dulu saya Menteri, sekarang saya ‘marketing officer’ IKN,” ujarnya sambil tersenyum.
Deputi Pendanaan dan Investasi OIKN, Agung Wicaksono, menjelaskan bahwa keenam perusahaan tersebut berasal dari sektor berbeda, mulai dari konstruksi, perhotelan, properti, ritel hingga pendidikan.
• PT Maxi Nusantara Raya (ritel swalayan) – akan membuka supermarket di IKN. Perusahaan asal Balikpapan ini telah memiliki 25 gerai di Kaltim.
• PT Solusi Harapan Nusantara (restoran) – memiliki jaringan di Balikpapan, Samarinda, Pontianak hingga Pekanbaru.
• PT Makmur Berkah Hotel (perhotelan) – bagian dari jaringan Mariod Grupo yang memiliki banyak hotel di Indonesia.
• PT AIS Property Asia – akan membangun sekolah berstandar internasional dan proyek sudah dilakukan peletakan batu pertama.
• PT Kreasibeton Nusapersada (konstruksi) – perusahaan asal Medan yang telah berkiprah lebih dari 20 tahun membangun infrastruktur nasional.
• PT Dayamulia Turangga – perusahaan konstruksi dari Solo dan Yogyakarta.
“Fasilitas umum ini akan dibangun berdekatan dengan kantor pemerintahan dan swasta, agar masyarakat mudah mengakses layanan. Ini bukti bahwa IKN semakin diminati,” ujar Agung.
Sementara itu, Dirut PT Kreasibeton Nusapersada, Antoni H. Silitonga, mengungkapkan alasan kuat perusahaannya mau berinvestasi di IKN.
“Kami datang langsung ke lokasi dan melihat progres pembangunan yang luar biasa. Kami percaya, dengan dukungan pemerintah, investasi di IKN pasti sukses. Jauh-jauh dari Medan, kami ingin ikut membangun IKN karena ini ibu kota masa depan Indonesia,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....