Jaringan PLN Dipercepat, Listrik Perdesaan Kubar Didorong Merata
- 14 Sep 2026 17:47 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mendorong percepatan pembangunan jaringan listrik PLN hingga pelosok kampung yang belum teraliri listrik. Pemkab Kutai Barat menyatakan siap bersinergi dengan pemerintah pusat dan PLN untuk memperluas akses energi yang layak dan merata bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kutai Barat Frederick Edwin dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Jaringan Listrik PLN pada Desa Belum Teraliri Listrik di Kalimantan Timur, di Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin 14 September 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Frederick mengapresiasi perhatian dan dukungan Kementerian ESDM terhadap pembangunan sektor kelistrikan, termasuk di Kutai Barat. Ia berharap program listrik perdesaan dapat dilaksanakan secara menyeluruh agar masyarakat di wilayah yang belum terjangkau jaringan PLN memperoleh akses listrik yang layak dan berkelanjutan.
“Kami Pemkab Kubar siap mendukung dan bersinergi dalam pembangunan listrik perdesaan sebagai bagian dari upaya menghadirkan energi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok kampung,” katanya.
Frederick mengatakan masih terdapat sejumlah wilayah di Kutai Barat yang belum terjangkau jaringan PLN. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sejumlah pemerintah kampung berinisiatif menyediakan listrik secara mandiri, antara lain dengan menggunakan genset berkapasitas kecil dan pembangkit listrik tenaga surya.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Pemkab Kutai Barat mendorong percepatan dan perluasan pembangunan jaringan PLN. Menurut Frederick, akses listrik tidak hanya berkaitan dengan penerangan, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi, pelayanan dasar, pendidikan, serta berbagai kegiatan masyarakat di kampung.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menargetkan seluruh desa di Kaltim dapat teraliri listrik PLN paling lambat pada 2027. Target tersebut tidak hanya menyangkut perluasan jaringan, tetapi juga memastikan pasokan listrik yang sudah tersedia tetap andal.
Berdasarkan kondisi 2025, dari 1.038 desa di Kalimantan Timur masih terdapat 109 desa yang belum teraliri listrik PLN. Selain itu, sekitar 1.260 kilometer jaringan antardesa, dusun, dan RT belum terlayani PLN. Sekitar 58 ribu kepala keluarga juga belum memperoleh akses listrik PLN secara memadai.
“Target kami jelas, 2027 tidak ada lagi desa di Kalimantan Timur yang belum teraliri listrik oleh PLN. Hari ini bukan hanya persoalan teraliri, tetapi juga bagaimana memastikan keandalannya,” kata Rudy.
Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan percepatan elektrifikasi membutuhkan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, PLN, Kementerian Kehutanan, serta berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diperlukan agar pembangunan jaringan listrik dapat menjangkau wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses energi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....