Anggota DPRD Kubar, Sadli Minta Penanganan Longsor Muara Baroh Dipercepat

  • 29 Agt 2026 15:26 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Anggota DPRD Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Sadli, meminta pemerintah segera mengambil langkah penanganan terhadap lokasi longsor di Kampung Muara Baroh, Kecamatan Muara Pahu, pada 22 Agustus lalu.

Permintaan tersebut disampaikan setelah Sadli mengunjungi lokasi dan bertemu dengan warga terdampak, Jumat 28 Agustus 2026, malam. Dalam kunjungan itu, ia mendengarkan aspirasi masyarakat terkait kondisi longsor serta harapan mereka terhadap langkah pemerintah.

Sadli mengatakan, masyarakat saat ini masih merasa resah karena khawatir terjadi longsor susulan. Kondisi lokasi yang berada dekat dengan permukiman membuat warga membutuhkan kepastian mengenai langkah penanganan yang akan dilakukan pemerintah.

“Kita jelas dari kita kan meminta perhatian dari pemerintah, supaya secepatnya itu ada penanganan di situ,” kata Sadli, Sabtu 29 Agustus 2026.

Menurutnya, terdapat dua rumah yang terdampak dalam kejadian tersebut. Salah satu rumah sebelumnya masih digunakan sebagai tempat tinggal, namun pemiliknya telah berpindah sehingga bangunan tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai gudang sebelum akhirnya turut terdampak.

Kondisi Rumah Warga yang Terdampak Longsor di Kampung Muara Baroh, Kecamatan Muara Pahu. (foto.RRI)

Sadli mengatakan hingga kunjungannya ke lokasi, belum terdapat perencanaan penanganan dari pemerintah kampung maupun kecamatan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dirinya membawa aspirasi warga untuk disampaikan kepada pemerintah daerah.

“Ya, belum ada perencanaannya dari Kampung dan Kecamatan. Makanya kita menyampaikan aspirasi masyarakat ini ke pemerintah, siapa tahu secepatnya ada program penanganan,” ujar Sadli.

Politisi Gerindra itu mengatakan, masyarakat sebenarnya ingin mengetahui program atau langkah yang akan dilakukan pemerintah terhadap lokasi yang terdampak longsor.

Ia berharap pemerintah dapat segera memasukkan penanganan lokasi tersebut dalam program yang sesuai dengan kondisi lapangan. Langkah cepat diperlukan karena masyarakat masih menghadapi kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadinya longsor kembali.

Dalam kejadian tersebut, dua rumah terdampak longsor. Kondisi itu membuat warga yang tinggal di sekitar lokasi semakin waspada terhadap kemungkinan terjadinya longsor susulan, mengingat posisi permukiman yang berada di kawasan tepian Sungai Mahakam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....