Kemarau, Warga Kubar Diminta Lebih Hati-Hati dengan Api

  • 29 Agt 2026 07:52 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Kondisi cuaca yang panas dan kering di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) membuat masyarakat diminta lebih berhati-hati terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Anggota DPRD Kubar, Abram Christ Ernez, mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang melibatkan penggunaan api dalam skala besar.

Menurutnya, kondisi cuaca saat ini dapat membuat api lebih cepat menyebar apabila terjadi kebakaran. Karena itu, kewaspadaan masyarakat diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas.

“Perlu diingat juga agar masyarakat tidak melakukan kegiatan yang berkaitan dengan api besar. Kondisi cuaca yang panas dan kering dapat membuat api lebih cepat menyebar dan berpotensi menimbulkan kebakaran yang lebih luas,” kata Abram, Sabtu 29 Agustus 2026.

Politisi Gerindra tersebut, meminta masyarakat ikut memperhatikan lingkungan sekitar dan tidak menganggap sepele keberadaan api, terutama di tengah kondisi yang kering.

Selain mencegah aktivitas yang berisiko memicu kebakaran, masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran.

“Kalau melihat adanya titik api atau kebakaran, segera laporkan kepada petugas atau pihak terkait agar bisa ditangani sedini mungkin,” ujarnya.

Menurut Abram, laporan masyarakat diperlukan agar penanganan dapat dilakukan sejak awal sebelum api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Ia menilai pencegahan kebakaran tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun petugas. Masyarakat memiliki peran penting karena berada lebih dekat dengan lingkungan dan dapat menjadi pihak pertama yang mengetahui munculnya titik api.

“Pemerintah dan petugas tentu punya tanggung jawab, tetapi pencegahan juga membutuhkan peran aktif dari seluruh masyarakat,” ucapnya.

Politisi Muda itu juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan selama kondisi panas dan kering masih berlangsung. Kewaspadaan terhadap penggunaan api dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko kebakaran di Bumi Tanaa Purai Ngerimaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....