Pemkab Kubar Siapkan Dua Opsi untuk Transportasi Calhaj ke Embarkasi

  • 09 Apr 2026 17:38 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menyiapkan dua opsi transportasi untuk keberangkatan calon jemaah haji, yakni melalui jalur udara dan jalur sungai, guna memastikan mobilisasi menuju embarkasi berjalan lancar.

Kepala Subbag Tata Usaha Kementerian Haji dan Umrah Kutai Barat, Muhammad Rafik, mengatakan keputusan akhir terkait moda transportasi akan ditentukan melalui rapat bersama pemerintah daerah.

“Ada dua opsi, menggunakan pesawat atau melalui sungai dengan kapal atau speedboat. Keputusan biasanya diambil sekitar seminggu sebelum keberangkatan,” ujarnya usai kegiatan manasik haji terintegrasi di kantor Kementerian Haji dan Umrah Kubar, Kamis 9 April 2026.

Rafik menjelaskan, pihaknya terus melakukan koordinasi lintas instansi untuk memastikan seluruh proses pemberangkatan berjalan sesuai rencana.

Menurutnya, secara umum persiapan haji tahun ini berjalan lancar, mulai dari kelengkapan administrasi, pemeriksaan kesehatan, hingga kesiapan teknis keberangkatan.

Ia berharap seluruh tahapan dapat berlangsung tanpa kendala sehingga jemaah dapat berangkat dengan aman dan nyaman menuju Tanah Suci.

Sementara itu, Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh bagi calon jemaah. Wabup menyebut manasik haji menjadi langkah awal dalam perjalanan spiritual yang panjang dan penuh makna, sekaligus sebagai bekal utama sebelum berangkat ke Tanah Suci.

“Manasik haji bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi simulasi pelaksanaan ibadah haji agar jemaah memahami rukun, wajib, dan tata cara pelaksanaannya sesuai syariat,” ucapnya.

Nanang mengingatkan calon jemaah untuk mengikuti seluruh rangkaian manasik dengan sungguh-sungguh agar mampu menjadi jemaah yang mandiri, disiplin, dan tidak bergantung sepenuhnya kepada pembimbing.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dan mental, mengingat ibadah haji memerlukan ketahanan tubuh yang kuat serta adaptasi terhadap perbedaan cuaca di Arab Saudi.

“Mulailah menjaga pola makan sehat, istirahat cukup, dan rutin berolahraga ringan. Kondisi di Arab Saudi tentu berbeda dengan di Kutai Barat,” ujarnya.

Selain itu, ia mengingatkan jemaah untuk menjaga kebersamaan serta nama baik daerah selama menjalankan ibadah.

“Bapak dan Ibu adalah duta daerah. Jaga kebersamaan, saling membantu, dan patuhi seluruh arahan petugas haji,” katanya.

Nanang juga menitipkan pesan kepada para jemaah agar turut mendoakan Kabupaten Kutai Barat di tempat-tempat mustajab seperti Arafah dan Multazam, agar daerah senantiasa diberkahi, aman, dan semakin sejahtera.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....