Polisi Amankan 14,6 Gram Sabu di Barong Tongkok Kubar
- 30 Agt 2026 13:31 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Satuan Reserse Narkoba Polres Kutai Barat mengamankan seorang pria berinisial R setelah kedapatan menguasai dua paket narkotika jenis sabu-sabu dengan berat kotor 14,6 gram di Kecamatan Barong Tongkok, Kutai Barat (Kubar).
R diamankan pada tanggal 14 Agustus lalu, sekitar pukul 13.47 WITA di sebuah rumah yang juga digunakan sebagai salon di kawasan Simpang Umbau, Jalan Sendawar Raya, Kecamatan Barong Tongkok.
Kasat Resnarkoba Polres Kubar, Raymond Juliano Wiliam, mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan aktivitas peredaran narkotika yang dilakukan R.
“Anggota Opsnal sebelumnya mendapatkan informasi bahwa R memiliki, menyimpan, dan menjual narkotika jenis sabu-sabu. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas mengetahui keberadaan yang bersangkutan di sebuah rumah atau salon,” ujar Raymond, Sabtu 29 Agustus 2026.
Setelah R diamankan di salah satu kamar salon, petugas melakukan pemeriksaan dan menanyakan keberadaan narkotika yang diduga disimpan olehnya.
R kemudian menunjukkan tempat penyimpanan barang di bagian dapur belakang rumah. Polisi menemukan tumpukan piring dan mangkuk di dalam sebuah keranjang berwarna hijau muda yang ditutup menggunakan karpet hitam.
Dari tempat tersebut, petugas menemukan dua lembar potongan tisu putih yang masing-masing berisi satu paket plastik klip bening berisi kristal yang diduga sabu-sabu.
Dua paket tersebut memiliki berat kotor keseluruhan 14,6 gram. Polisi juga mengamankan satu unit telepon seluler iPhone 11 Pro dan satu unit sepeda motor Yamaha RX King tanpa pelat nomor.
R bersama seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Polres Kutai Barat untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
“R bersama seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Polres Kutai Barat untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” ucap Raymond.
Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap R untuk mendalami asal dan tujuan narkotika tersebut serta mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam peredarannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....