Kutai Barat Modification Jadi Wadah Kreativitas Anak Muda

  • 06 Okt 2026 11:54 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Gelaran kompetisi modifikasi sepeda motor bertajuk Kutai Barat Modification Volume Satu sukses menarik perhatian pecinta otomotif lokal. Berlangsung di kawasan Alun-Alun Itho, Kecamatan Barong Tongkok, kegiatan ini menjadi wadah bagi para modifikator untuk menunjukkan kreativitas dalam mengembangkan gaya, karakter, dan estetika kendaraan roda dua, Minggu 4 Oktober 2026.

Sejak pagi, puluhan sepeda motor dengan berbagai konsep modifikasi memenuhi area pameran. Kompetisi tersebut menghadirkan sembilan kelas utama, di antaranya Proper Pemula, Daily Use, Racing Style, Matic Style KT, Vario Series, Mio Series, Stylo Series, 2/4 Tak Modif, dan Sunmori Style. Selain kelas utama, panitia juga menyediakan 25 kategori spesial untuk memperebutkan gelar The Best Category.

Ketua Panitia Kutai Barat Modification, Doni, mengatakan antusiasme peserta cukup tinggi untuk sebuah ajang yang baru pertama kali digelar di tingkat lokal. Ia mencatat terdapat 54 unit sepeda motor yang mengikuti kompetisi dengan total sekitar 70 kelas.

“Untuk peserta motor yang mengikuti event, kalau kita hitung jumlah unitnya, ada sekitar 54 motor. Itu sangat luar biasa sekali untuk kelas lokal Kutai Barat. Untuk jumlah kelasnya, ada sekitar 70 kelas secara keseluruhan,” ujar Doni di sela-sela kegiatan.

Doni menjelaskan, pemilihan Alun-Alun Itho sebagai lokasi kegiatan mempertimbangkan kapasitas area yang mampu menampung kendaraan peserta sekaligus memberikan ruang bagi stan, hiburan, dan masyarakat yang ingin menyaksikan kompetisi. Menurutnya, sebuah ajang otomotif tidak harus digelar di tempat khusus selama lokasi yang digunakan layak dan dapat menunjang kegiatan.

“Untuk wadah resmi, saya rasa untuk event ini kita tidak perlu tempat yang resmi. Yang penting kita mendapatkan tempat yang layak,” kata Doni.

Meski penyelenggaraan perdana dilakukan secara swadaya, panitia tetap mendapat dukungan moral dari sejumlah pihak, termasuk Ketua KONI dan Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Kutai Barat. Kehadiran dan apresiasi tersebut dinilai menjadi motivasi bagi komunitas otomotif dan anak muda untuk terus menyalurkan kreativitas melalui kegiatan positif.

“Sebelumnya kami memang belum mendapatkan dukungan secara finansial dari pemerintah karena kami juga belum menghadap untuk membicarakan hal tersebut. Namun, secara mental dan dukungan, kami dihadiri Ketua KONI dan Kepala Dispora. Beliau-beliau sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini,” ucap Doni.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Kutai Barat, Gamas Laden, menilai perkembangan komunitas otomotif di wilayah tersebut cukup pesat. Menurutnya, hampir setiap tipe dan merek sepeda motor memiliki komunitas, sementara kreativitas modifikasi juga terlihat dalam berbagai aktivitas anak muda, termasuk kegiatan Sunday Morning Ride atau Sunmori.

“Komunitas motor di Kutai Barat ini boleh dikatakan setiap tipe dan merek ada komunitasnya. Saya juga sering melihat saat anak-anak berkumpul atau melakukan Sunday Morning Ride, bahkan saat berada di jalan raya, motor mereka sudah banyak yang dimodifikasi. Artinya, dalam klub mereka memang sudah mengarah ke style,” kata Gamas.

Keberhasilan Kutai Barat Modification Volume Satu diharapkan menjadi awal bagi penyelenggaraan kompetisi serupa secara rutin. Panitia dan komunitas otomotif berkomitmen mengembangkan kegiatan tersebut agar pada penyelenggaraan berikutnya dapat menjangkau peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Timur hingga tingkat nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....