Kelereng, Permainan Tradisional yang Latih Motorik Anak

  • 25 Mei 2026 13:50 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan maraknya permainan digital, permainan tradisional seperti kelereng perlahan mulai ditinggalkan anak-anak. Padahal, permainan sederhana berupa bola kecil yang terbuat dari kaca, tanah liat, batu, atau marmer ini pernah menjadi hiburan favorit yang akrab di berbagai daerah di Indonesia.

Kelereng bukan sekadar permainan biasa. Di balik kesederhanaannya, permainan tradisional ini menyimpan banyak manfaat positif bagi tumbuh kembang anak, baik dari sisi fisik, kecerdasan, sosial, hingga emosional. Berdasarkan informasi dari Disdikpora Buleleng, bermain kelereng dapat menjadi sarana edukatif yang menyenangkan bagi anak.

Dari sisi fisik, bermain kelereng mampu melatih koordinasi mata dan tangan. Anak belajar mengarahkan sentilan agar tepat sasaran, sehingga meningkatkan ketelitian dan fokus. Selain itu, permainan ini juga membantu mengembangkan motorik halus karena jari-jari tangan terbiasa memegang, menjepit, dan melempar benda kecil.

Tak hanya itu, kelereng juga bermanfaat untuk perkembangan kognitif atau kecerdasan anak. Saat bermain, anak secara tidak langsung belajar menghitung jumlah kelereng, mengukur jarak, memperkirakan sudut, serta menyusun strategi agar bisa mengalahkan lawan. Proses ini membantu melatih logika, kemampuan berpikir taktis, serta kesabaran dalam mengambil keputusan.

Dalam aspek sosial, permainan kelereng biasanya dilakukan secara berkelompok. Dari situ, anak belajar berkomunikasi, menjalin pertemanan, dan memahami pentingnya kerja sama maupun sportivitas. Mereka juga belajar menerima kemenangan dan kekalahan dengan lapang dada, serta menghargai aturan yang telah disepakati bersama.

Selain membangun interaksi sosial, permainan ini turut membentuk karakter positif seperti kejujuran dan tanggung jawab. Karena sangat bergantung pada kepercayaan antarpemain, anak diajarkan untuk bermain jujur dan menghormati keputusan selama permainan berlangsung.

Dari sisi emosional, bermain kelereng dapat menumbuhkan rasa percaya diri. Anak akan merasa bangga ketika berhasil mengenai sasaran atau memenangkan permainan. Meski demikian, orang tua tetap perlu melakukan pengawasan, terutama bagi anak usia di bawah lima tahun, karena kelereng berukuran kecil dan berisiko tertelan. Dengan pengawasan yang tepat, permainan tradisional ini tetap bisa menjadi media belajar yang aman, murah, dan bermanfaat bagi tumbuh kembang anak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....