Mandiri Pangan, Cara Menanam Kangkung dari Batangnya

  • 15 Feb 2026 11:33 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Kangkung adalah salah satu jenis sayur yang pupuler dan umum di konsumsi oleh masyarakat di Indonesia.Sayu kangkung umumnya di olah dengan cara di tumis pedas,lalapan pecel atas cah kangkung ala restoran. Bagi pecinta sayuran hijau olahan kangkung tentu menggoda selera.Sayur kangkung terdapat dua jenis yakni kangkung darat dan kangkung air atau rawa kedua nya cukuplah mudah kita tanam bisa dengan biji atas batangnya.

Menanam kangkung bisa dari batang dengan media tanah. Dilansir dari berbagai sumber berikut cara menanam kangkung dari batang di media tanah:

1. Persiapan Batang

- Pilih batang kangkung segar, kuat, tidak layu, dengan panjang 15–20 cm dan warna hijau tua.

- Potong akar lama dan daun bawah (sekitar 5–7 cm dari ujung bawah) untuk menghindari pembusukan dan fokuskan energi pada pertumbuhan baru.

- Sisakan 2–3 helai daun muda di bagian atas batang.

2. Persiapan Media Tanah

- Gunakan tanah gembur, berdrainase baik, dan kaya bahan organik. Jika tanah liat atau pasir, campurkan dengan kompos atau pupuk kandang matang (perbandingan 3:1).

- Jika menanam di bedengan lahan terbuka: gali tanah sedalam 15–20 cm, baurkan pupuk, lalu buat bedengan lebar 80–100 cm dan tinggi 15–20 cm dengan saluran drainase.

- Jika menanam di wadah: gunakan pot atau ember dengan lubang drainase, isi dengan campuran tanah dan kompos.

3. Proses Penanaman

- Tancapkan batang ke dalam tanah sedalam 5–7 cm, pastikan posisinya tegak.

- Jaga jarak antar tanaman 10–15 cm dan antar baris 20–25 cm agar ada ruang tumbuh dan sirkulasi udara baik.

- Tekan tanah secara lembut sekitar batang agar tidak goyah, lalu siram hingga tanah benar-benar lembab.

4. Perawatan

- Penyiraman: Siram setiap hari pagi atau sore; pada cuaca panas ekstrem, siram 2 kali sehari agar tanah tidak mengering.

- Pemupukan: Setelah 7–10 hari (saat tunas baru muncul), beri pupuk cair organik atau NPK (dosis sesuai petunjuk) setiap minggu sekali.

- Pengendalian Gulma: Bersihkan gulma secara teratur agar tidak bersaing mendapatkan nutrisi dan air.

- Pencegahan Hama/Penyakit: Periksa tanaman secara berkala; jika ada serangga atau bercak daun, gunakan cara alami seperti larutan daun pepaya atau pestisida organik jika perlu.

- Panen: Dapat dipanen setelah 2–3 minggu dengan memotong bagian atas tanaman, sehingga akan tumbuh tunas baru dari bawah untuk panen berkelanjutan. Berkebun dan belajar bertanam tidak harus dengan modal besar salah satu yang bisa kita terapkan yakni memanfaatkan batang kangkung sisa masak pun bisa membantu anda swasembada pangan mandiri.(Edy)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....