Tari 'Kabasaran' Minahasa Hipnotis Penonton di IKN

  • 31 Mei 2025 19:21 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Nusantara : Semangat kebhinekaan dan kekayaan budaya Indonesia kembali terasa kuat dalam Festival Budaya Nusantara yang digelar di Ibu Kota Nusantara, Jumat (30/5/2025).

Lebih dari 30 komunitas budaya dari berbagai provinsi hadir dan mempersembahkan warisan budaya mereka, termasuk Komunitas Minahasa Provinsi Sulawesi Utara yang tampil memukau lewat Tari Kabasaran, tarian perang khas wilayah setempat.

Juriko, perwakilan dari komunitas budaya Sulut, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival ini. Baginya, ajang ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi momentum untuk mempererat persatuan dalam keberagaman.

“Kegiatan ini sangat positif karena mempersatukan adat dan budaya dari seluruh penjuru Indonesia. Kami bangga bisa membawa semangat Minahasa ke tanah Nusantara,” ujarnya.

Dia menjelaskan, tari Kabasaran bukan sekadar tarian. Ia adalah simbol keberanian, semangat juang, dan keteguhan hati para leluhur Minahasa. Dulu ditarikan oleh para prajurit sebelum atau sesudah pertempuran, kini Kabasaran menjadi bagian penting dari acara adat dan pertunjukan budaya, menjaga nyala warisan nenek moyang tetap hidup.

Tarian ini mencuri perhatian penonton dengan gerakannya yang tegas dan ritmis, meniru duel ayam jantan, diiringi alat musik tradisional seperti kolintang, gong, dan tambur.

Para penari mengenakan Pakeyan Nuak, busana khas berwarna merah lengkap dengan aksesoris seperti paruh burung Uwak, pedang, dan tombak yang menambah kekuatan visual yang menggugah.

Dengan hadirnya tarian Kabasaran dan berbagai penampilan budaya lainnya, Festival Budaya Nusantara di IKN bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi panggung kebangsaan. Di mana identitas dan persatuan Indonesia ditampilkan dalam wujud yang paling indah yaitu harmoni budaya.

Otorita IKN yang menjadi penyelenggara festival mengundang lebih dari 30 komunitas budaya dari seluruh penjuru Nusantara, mulai dari Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Sumatra, hingga Nusa Tenggara Timur.

Tujuannya adalah menghadirkan ruang kolaborasi budaya sebagai wujud nyata semangat Indonesia sebagai bangsa besar yang dibangun di atas pondasi keberagaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....