Putri Ringeng dan TGM Kutai Barat Gelorakan Semangat Kartini Melalui Lomba Menari
- 21 Apr 2024 18:28 WIB
- Sendawar
Video: Lomba Dance meriahkan peringatan hari Kartini di Kutai Barat.
KBRN, Sendawar: Di tengah kesibukan warga, sebuah panggung kecil di jalan Gajah Mada kelurahan Barong Tongkok, kabupaten Kutai Barat, menjadi saksi lahirnya talenta-talenta muda dalam bidang seni. Di sinilah semangat Kartini yang diperingati pada 21 April ini masih hidup dan berkobar.
Alunan musik kreasi dan sorotan lampu mewarnai setiap gerak-gerik nan ciamik yang ditunjukan putra-putri Kutai Barat dalam sebuah lomba dance atau lomba tari kreasi.
Talenta-talenta muda dari berbagai daerah di Kutai Barat menyuguhkan atraksi tarian lokal dan modern yang memukau penonton.
Lomba yang digagas Putri Ringeng dan Taruna Gharda Mandiri (TGM) Kutai Barat ini, bukan hanya seremoni dan wisata mata, tetapi juga sebuah perayaan akan keberagaman budaya dan keberanian untuk mengekspresikan diri, sebagaimana yang telah dicita-citakan oleh sosok Kartini.
Ketua umum Ormas Putri Ringen, Maria Christina Mozes kepada RRI Sabtu malam menyebut, peserta lomba yang mencapai lebih dari 100 orang menampilkan kreasi tarian daerah serta tarian modern.
”Kita melihat banyak potensi anak muda tetapi kurang tersaring. Jadi kita ingin menampung bakat-bakat yang mereka miliki,” kata Maria, Sabtu (20/4/2024) malam.
Dengan potensi yang luar biasa ini, maka Putri Ringeng dan TGM kata Maria, memberi ruang bagi generasi muda Kutai Barat untuk mengekspresikan diri dan menyampaikan pesan kesetaraan serta kebebasan yang diwariskan Kartini sebagai pahlawan emansipasi wanita.
”Lomba ini juga berkaitan dengan hari Kartini karena bagi kami Kartini itu adalah sosok inspirasi,” tandas Maria.
BACA JUGA:
Seni Ukir Jepara, Legenda Turun Temurun dan Peran R.A Kartini
Istri Fredrick Edwin itu mengajak seluruh masyarakat bergabung dalam perjuangan untuk hak-hak yang setara bagi semua orang.
Dengan harapan generasi muda Kutai Barat terbebas dari belenggu-belenggu konvensional dan menginspirasi perempuan-perempuan lain untuk berani mengejar impian mereka.
”Untuk generasi muda jangan malu untuk menampilkan potensi yang kalian miliki,” ungkap Maria.
Generasi muda Kubar yang haus akan ajang kreasi seperti ini ikut menyambut positif gerakan perubahan yang diinisiasi Putri Ringeng dan TGM Kutai Barat. Bagi mereka juara adalah bonus, tapi ruang berekspresi seperti ini harus diperbanyak.
”Sebagai generasi muda yang mencintai seni kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena bisa menampilkan kebudayaan daerah,” ujar Nia Christina, salah satu peserta lomba tarian daerah suku Dayak Kutai Barat.
”Semoga ke depannya banyak lomba-lomba seperti ini karena di daerah saya sendiri para petinggi di daerah itu kurang melihat bakat anak-anak daerah di dance gitu,” tambah Rishma Zaskyasari dari grup Stargazer Dance.
Mereka juga tidak hanya melihat lomba ini sebagai ajang untuk bersenang-senang, tetapi juga sebagai platform untuk mengekspresikan kebebasan dan keberanian, sebagaimana yang ditunjukkan Kartini.
”Saya ingin menerapkan prilaku Kartini sebagai wanita yang tangguh dan kuat,” ucap Nia Christina.
”Kartini adalah pejuang emansipasi wanita, makanya saya berharap ke depan tidak ada lagi pelecehan seksual terhadap wanita atau anak-anak yang dilakukan kaum pria. Karena sejatinya kami perempuan yang hobi dance, kami menari bukan untuk kalian para pria tapi kami menari untuk kesenangan diri kami sendiri,” lanjut Rishma Zaskyasari.
BACA JUGA:
Ketua TGM Jelaskan Alasan Frederick Edwin Pilih Nanang Adriani Jadi Cawabup di Pilkada Kubar
Tokoh muda Kutai Barat, Frederick Edwin, menjadi sosok penting dalam kesuksesan lomba ini. Baginya, lomba tari adalah cara nyata untuk menggelorakan semangat dan perjuangan Kartini di era sekarang, sambil menghormati pahlawan emansipasi wanita tersebut.
”Saya berharap melalui lomba ini kita mampu memupuk semangat persaudaraan dan semangat kerja bersama,” kata pria yang kini menjadi bakal calon bupati Kubar tersebut.
Dengan semangat Kartini, Edwin, Putri Ringeng, dan TGM telah membawa perubahan yang berarti bagi daerah ini karena merayakan warisan perjuangan Kartini dan meneruskannya ke generasi mendatang.
Edwin sebagai sponsor utama juga memberikan apresiasi dan hadiah bagi para pemenang lomba berupa uang tunai dengan total 31 juta rupiah.Top of Form
”Sebagai bukti nyata saya bersama putri Ringeng membuat acara lomba ini dengan hadiah yang nilainya tidak seberapa, tapi harapannya acara ini sebagai bentuk penghormatan kita terhadap hari Kartini,” pungkas Edwin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....