Di Balik Kabut Asap, Polisi Kubar Menjaga Jalan Tetap Aman
- 18 Sep 2026 13:22 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Kabut asap tidak hanya membuat langit Kutai Barat (Kubar) tampak kelabu. Di jalan raya, asap yang menggantung di udara perlahan mengikis jarak pandang dan membuat perjalanan yang biasanya biasa saja, berubah menjadi lebih berisiko.
Bagi personel Satuan Lalu Lintas Polres Kubar, kondisi itu berarti kewaspadaan harus ditingkatkan. Ketika pandangan pengendara mulai terbatas, keberadaan petugas di jalan menjadi bagian dari upaya memastikan kendaraan tetap bergerak dengan aman.
Kasatlantas Polres Kubar, AKP Muhammad Syafi'i mengatakan, kondisi lalu lintas di tengah kabut asap tidak bisa sepenuhnya disebut aman. Jarak pandang yang terganggu membuat pengendara kesulitan melihat berbagai objek di sepanjang jalan.
“Kalau dibilang aman ya nggak aman. Karena membahayakan pengguna jalan. Otomatis jarak pandang juga terganggu,” kata Syafi'I, Jumat 18 September 2026.
Menurutnya, gangguan jarak pandang bukan hanya membuat kendaraan di depan sulit terlihat. Rambu lalu lintas, lampu pengatur lalu lintas hingga kondisi permukaan jalan juga dapat menjadi samar.
“Pengendara tidak bisa leluasa dengan jelas melihat, contoh rambu-rambu di jalan yang kita lewati. Bahkan mungkin traffic light saja agak samar-samar dengan adanya kabut ini,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat Satlantas Polres Kubar, meminta pengendara tidak mempertahankan kecepatan seperti saat kondisi normal, meningkatkan kewaspadaan serta memastikan kelengkapan kendaraan dan perlengkapan keselamatan lainnnya.
Di tengah kondisi itu, personel Satlantas Polres Kutai Barat tetap melakukan partoli dan pengawasan, terutama di kawasan tengah kota dan jalur kawasan tertib lalu lintas.
Untuk wilayah yang lebih jauh, pengawasan dilakukan bersama jajaran Polsek karena luas dan kondisi geografis Kubar membuat seluruh wilayah tidak mungkin dijangkau dalam waktu bersamaan.
Bagi Masker dan Bersih-bersih dan Jalan Raya

Bukan hanya memastikan keselamatan pengguna jalan. Ia menyebut, Satlantas Polres Kubar juga turun langsung memberikan edukasi sekaligus membagikan masker kepada masyarakat untuk mengurangi paparan kabut asap dan meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan.
“Ya, kita bagi masker kepada pengguna jalan. Ada bersama ibu Bhayangkari, ibu kapolres juga ikut bersama-sama kami, sampai ke pasar, bagi masker,” kata Syafi’i.
Upaya menjaga keselamatan di tengah kabut asap juga dilakukan melalui kerja sama lintas instansi. Bersama Disperkimtan Kubar, Satlantas ikut membersihkan sejumlah ruas jalan, termasuk kawasan tikungan yang dinilai membutuhkan perhatian karena kendaraan cenderung melaju dengan kecepatan tinggi.
“Itu di traffic light simpang Business Center. Karena di persimpangan itu kan pengendara cenderung kecepatannya tinggi. Jadi, itu kami bersihkan pasir-pasir yang bisa menyebabkan pengendara tergelincir,” ucapnya.
Di sisi lain, Syafi’i mengatakan kondisi kesehatan personel juga menjadi perhatian selama bertugas di tengah paparan asap. Hingga kini, belum ada laporan anggota yang mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi tersebut.
Meski belum ditemukan keluhan kesehatan, ia tetap meminta personel menjaga kondisi tubuh dan menggunakan masker selama berada di lapangan sebagai langkah antisipasi terhadap paparan asap.
Dari Jalan, Ikut Padamkan Api Karhutla

Ikut merasakan dampak kabut asap dan ingin memberikan kontribusi nyata dalam menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan, Satlantas Polres Kubar tak hanya berdiam diri. Mereka turut mengawal pergerakan sekaligus terjun langsung dalam upaya pemadaman.
Ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan, personel lalu lintas beberapa kali bergerak bersama unsur lainnya menuju lokasi. Pengawalan dilakukan sejak pergeseran dari kantor menuju tempat kejadian. Di lokasi, mereka bahkan ikut bantu memadamkan api.
Ada satu malam yang masih diingat Syafi’i. Bersama Kapolres Kubar, AKBP Haris Kurniawan dan anggota yang sedang piket, ia bertahan hingga pagi menyingsing di lokasi kebakaran.
“Saya sampai jam 6 pagi itu sama Pak Kapolres, sama anggota. Ikut padamkan api, sampai nepok-nepok pakai ranting juga, kalau yang sudah nggak terjangkau,” ujar Syafi’i.
Bagi Syafi’i, keterlibatan tersebut bukan semata-mata bagian dari tugas lalu lintas. Ia menyebutnya sebagai bagian dari tugas kemanusiaan yang dijalankan bersama tugas pokok kepolisian.
“Melihat sendiri bagaimana kondisi di lapangan dan bagaimana perjuangan teman-teman memadamkan api. Bagi saya, ini bukan hanya soal menjalankan tugas pokok, tetapi juga tugas kemanusiaan, karena yang kita lakukan menyangkut keselamatan masyarakat,” ucapnya.
Kabut Tak Menghentikan Tugas
Pengalaman itu menunjukkan kabut asap membuat tugas personel di lapangan menjadi lebih luas dari sekadar mengatur kendaraan. Di satu sisi mereka harus memastikan pengguna jalan tetap aman, di sisi lain mereka juga berhadapan langsung dengan kondisi yang menjadi sumber kepulan asap.
Ketika sebagian masyarakat memilih mengurangi aktivitas di luar ruangan, personel kepolisian justru tetap berada di lapangan. Mereka mengatur lalu lintas, membagikan masker, membersihkan jalan, hingga ikut memadamkan api. Semua itu dilakukan di tengah udara yang tidak lagi ramah bagi pernapasan.
Kabut asap boleh membatasi pandangan. Namun bagi mereka yang bertugas, itu bukan alasan untuk menepi. Di saat jarak pandang menyusut dan api masih menyala, mereka tetap berada di jalan demi menjaga perjalanan masyarakat tetap aman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....