Anak-anak Tumbuh Bersama Sungai, Potret Kehidupan di Pedalaman Kubar

  • 08 Jul 2026 07:16 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Sore mulai merambat di tepian Sungai Mahakam, Kampung Long Iram Kota, Kecamatan Long Iram. Di atas sebuah rakit kayu sederhana, dua bocah, Adi dan Mardan, menghabiskan waktu dengan mandi dan bermain di sungai mahakam, menikmati sejuknya aliran air yang perlahan tenang.

Tak ada gawai di tangan mereka. Tak ada taman bermain dengan ayunan atau perosotan. Sungai menjadi ruang bermain, tempat mandi, sekaligus tempat belajar mengenal alam sejak mereka masih kecil.

Sesekali Adi naik ke atas rakit sebelum kembali menceburkan diri ke sungai. Di sampingnya, Mardan berenang sambil sesekali melempar pandangan ke arah perahu yang melintas. Tawa keduanya memecah kesunyian sore, menghadirkan potret masa kecil yang sederhana namun penuh kebahagiaan.

“Kalau sore biasanya kami mandi di sungai sama teman-teman. Habis itu baru pulang ke rumah,” ujar Adi, Selasa 7 Juli 2026.

Bagi masyarakat Long Iram Kota, Sungai Mahakam bukan sekadar bentang alam. Sungai telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dari jalur transportasi, tempat mencari ikan, hingga tempat anak-anak mandi dan bermain setelah aktivitas sekolah usai.

Rakit-rakit kayu yang bersandar di pinggir sungai menjadi pemandangan biasa. Saat debit air berubah mengikuti musim, aktivitas warga pun ikut menyesuaikan. Namun bagi anak-anak, perubahan itu justru menghadirkan pengalaman baru dalam mengenal lingkungan tempat mereka dibesarkan.

Mardan mengaku sungai selalu menjadi tempat favoritnya menghabiskan waktu sepulang sekolah. Selain airnya terasa sejuk, ia bisa bermain bersama teman-temannya tanpa merasa bosan.

“Senang mandi di sini. Airnya dingin, bisa berenang sama-sama,” kata Mardan.

Masa Kecil yang Berbeda dengan Anak-anak di Kota

Masa kecil di pedalaman Kubar memiliki cerita yang berbeda. Jika anak-anak di kota akrab dengan pusat permainan, Adi dan Mardan tumbuh dengan suara mesin perahu, riak air, dan semilir angin dari Sungai Mahakam.

Di balik kesederhanaannya, kehidupan di tepian sungai mengajarkan banyak hal. Tentang kebersamaan, keberanian, sekaligus rasa hormat kepada alam yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.

Meski demikian, bermain dan mandi di sekitar sungai tetap memerlukan pengawasan orang tua. Arus yang dapat berubah sewaktu-waktu menjadi pengingat bahwa sungai bukan hanya tempat mencari kesenangan, tetapi juga harus dihormati dan dijaga keselamatannya.

Menjelang senja, cahaya matahari memantul di permukaan air. Adi dan Mardan masih menikmati waktu mereka di sungai. Bagi mereka, sore hanyalah waktu untuk menikmati kampung halaman.

Namun bagi siapa pun yang melihatnya, pemandangan tersebut menjadi potret bahwa di Long Iram Kota, masa kecil masih tumbuh berdampingan dengan alam dan Sungai Mahakam yang telah menjadi denyut kehidupan masyarakat selama puluhan tahun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....