Cetak Sejarah, Ferlita Ananda jadi Perempuan Pertama Nakhodai KNPI Kutai Barat
- 23 Apr 2026 01:57 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Sebuah babak baru bagi pemuda Kutai Barat resmi dimulai. Ferlita Ananda resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kutai Barat periode 2026–2029, di Gedung ATJ Kantor Bupati Kutai Barat, Rabu 22 April 2026 malam.
Ia menjadi perempuan pertama yang menahkodai organisasi kepemudaan di bumi tanaa purai ngeriman (julukan Kutai Barat). Pelantikan ini menjadi simbol berakhirnya masa kekosongan kepemimpinan sekaligus momentum konsolidasi besar bagi pemuda di Bumi Sendawar.
Prosesi sakral tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPD KNPI Provinsi Kalimantan Timur, Virdy Kurniawan, yang melantik Ferlita beserta 83 pengurus lainnya.
“Saya yakin dan percaya, saudara-saudari dapat mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya demi menggapai kejayaan pemuda,” ucap Virdy di hadapan para pengurus baru.
Mandat Aklamasi dan Semangat Kartini
Terpilihnya Ferlita bukanlah hasil perebutan yang sengit. Ketua Panitia Pelantikan, Dominikus, mengungkapkan Ferlita terpilih secara aklamasi.
Dukungan mengalir deras dari 53 Organisasi Kepemudaan (OKP) yang menaruh harapan besar pada sosoknya. Proses panjang dari Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) hingga Musyawarah Daerah (Musda) sehari sebelumnya menjadi saksi bulatnya dukungan tersebut.
“Kemarin kita buka pendaftaran tapi yang mendaftar hanya saudari Lita, dari kawan-kawan OKP kurang lebih lebih 53 OKP semua mendukung Lita,” katanya.

Menariknya, momen pelantikan ini seolah menjadi pesan simbolis tersendiri. Berlangsung sehari setelah peringatan Hari Kartini, kepemimpinan Ferlita dianggap sebagai manifestasi nyata semangat emansipasi perempuan di kancah organisasi kepemudaan.
Pengurus KNPI Kalimantan Timur, Kornelius Thalar, menegaskan bahwa fenomena ini adalah bentuk nyata perwujudan perjuangan Raden Ajeng Kartini.
“Ini fenomena,” ujar Kornelius sembari memotivasi generasi muda untuk tetap bersatu dalam keberagaman.
Ia berharap, di bawah kepemimpinan Lita, KNPI Kubar tidak hanya menjadi wadah seremonial, tetapi menjadi penggerak perubahan yang konkret.
“Buatlah program yang realistis. Jangan mengawang-awang, karena kalau tidak ada kakinya, itu hanya ilusi. KNPI harus hadir sebagai solusi dengan program yang sederhana namun berdampak nyata bagi kesejahteraan dan pengembangan intelektual pemuda,” ucapnya.
Kornelius mengingatkan tema besar yang diusung yaitu "Dari Kutai Barat Untuk Kutai Barat Menyongsong Bonus Demografis Indonesia Emas 2045",
Ia menekankan pentingnya memahami konsep bonus demografi sebagai peluang sekaligus tantangan. Kondisi tersebut terjadi ketika jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia non-produktif.
Karena itu KNPI harus berperan aktif meningkatkan kualitas pemuda melalui pendidikan, kewirausahaan, serta pengembangan intelektual agar mampu bersaing di masa depan.
“Kita boleh berpikir global bagaimana perkembangan dunia tetapi kita harus bertindak lokal. Anda hadir bukan untuk hanya sekedar gagah-gagahan tapi hadir sebagai wujud nyata dalam perpanjangan dan percepatan pembangunan di Kutai Barat,” ucapnya tegas.
KNPI sebagai Rumah Besar dan Inklusif
Sementara itu Ferlita Ananda menyambut amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Ia menyadari bahwa memimpin KNPI sebagai perempuan pertama di Kutai Barat adalah tantangan sekaligus kehormatan.
"Ini bukan sekadar jabatan, tetapi amanah untuk membawa KNPI lebih maju dan berkontribusi bagi masyarakat," ujar Ferlita.
Baginya, KNPI adalah rumah besar yang harus inklusif. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dibandingkan kompetisi. Putri dari mantan anggota DPRD Kaltim, Martinus ini, berkomitmen untuk fokus pada program pemberdayaan dan peningkatan keterampilan pemuda, serta mempererat sinergi dengan pemerintah daerah sebagai mitra strategis.
"KNPI harus menjadi wadah berkumpulnya ide-ide kreatif dan inovatif. Mari warnai rumah ini dengan prestasi dan aksi nyata, bukan sekadar diskusi tanpa eksekusi," katanya menambahkan.
Resiliensi di Tengah Tantangan
Semangat persatuan juga ditegaskan oleh Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, melalui sambutan yang dibacakan Pj. Sekda Kamius Junaidi. Ia mendorong pengurus baru untuk segera "menyingsingkan lengan baju" dan mendukung percepatan pembangunan daerah melalui peningkatan kreativitas generasi muda.
“Saya berharap sinergitas pembangunan terus kita tingkatkan, oleh sebab itu KNPI harus mampu menjadi mitra strategis Pemerintah dalam menyukseskan program kerja, terutama yang menyasar kreativitas, inovasi, kemandirian dan produktivitas pemuda melalui program kerja yang disusun dan disepakati untuk dilaksanakan,” ujar bupati Edwin.

Kekhidmatan acara sempat diuji ketika gangguan pemadaman listrik terjadi di tengah rangkaian pelantikan. Namun, insiden tersebut justru memperlihatkan resiliensi para peserta. Tanpa mengurangi antusiasme, seluruh undangan tetap bertahan hingga acara tuntas.
Malam itu, di tengah ruang yang sempat meredup, optimisme justru menyala. Estafet kepemimpinan KNPI Kutai Barat kini ada di tangan Ferlita Ananda, menanti pembuktian kerja nyata untuk empat tahun ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....