Pasien Pijat Tradisional di Kubar Meningkat usai Libur Lebaran
- 24 Mar 2026 14:55 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Minat masyarakat terhadap layanan pijat tradisional mengalami peningkatan signifikan usai libur Lebaran. Warga yang baru kembali dari aktivitas mudik memilih pijat sebagai cara untuk memulihkan kondisi tubuh sebelum kembali beraktivitas.
Seorang tukang urut tradisional di Kampung Melapeh Lama, Kecamatan Linggang Bigung, Kutai Barat (Kubar), Kanisius, mengatakan jumlah pasien meningkat tajam dibandingkan hari biasa.
“Meningkat dua kali lipat dibandingkan hari biasa,” ujar Kanisus, Selasa 24 Maret 2026.
Kanisius menyebutkan, keluhan pasien yang datang pun beragam, mulai dari pegal-pegal, kelelahan, hingga masalah pada tulang seperti keseleo dan patah tulang.
“Banyak yang datang karena capek setelah perjalanan jauh, ada juga yang keseleo bahkan patah tulang,” ucapnya.
Dalam kondisi normal, ia melayani sekitar dua hingga tiga pasien per hari. Namun saat momen libur panjang seperti Lebaran, jumlah pasien bisa mencapai hingga 10 orang dalam sehari. Hal ini menunjukkan pijat tradisional masih menjadi pilihan masyarakat untuk pemulihan kesehatan.
Ia menjelaskan, layanan pijat yang diberikan tidak hanya untuk mengatasi pegal, tetapi juga berbagai keluhan lain seperti saraf kejepit, perut turun, hingga terapi refleksi. Penanganan dilakukan sesuai dengan kondisi dan tingkat keparahan pasien.
Untuk jam operasional, ia membuka layanan setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WITA. Namun, dalam kondisi darurat, ia tetap melayani pasien di luar jam tersebut.
“Kalau emergency tetap saya layani, kasihan kalau ada yang datang dari jauh tidak dapat penanganan,” kata Kanisius.
Dengan meningkatnya jumlah pasien saat momen Lebaran, pijat tradisional tetap menunjukkan eksistensinya di tengah berkembangnya layanan kesehatan modern, sekaligus menjadi solusi bagi masyarakat untuk mengembalikan kebugaran tubuh setelah perjalanan panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....