Kisah M. Ray Handani Menghidupkan Panggung Kafe di Kutai Barat
- 03 Mar 2026 09:29 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Dunia hiburan live music di Kutai Barat (Kubar) terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu penyanyi cafe lokal, M. Ray Handani, mengaku telah hampir sembilan tahun menekuni profesi sebagai pengisi hiburan musik di sejumlah cafe di Kubar.
Dani mengatakan, awalnya ia terjun sebagai penyanyi cafe karena hobi menyanyi yang ingin disalurkan sekaligus untuk melatih mental tampil di depan umum.
“Awal mulanya karena hobi menyanyi dan ingin membangun mental serta interaksi langsung dengan penonton,” kata Dani, Selasa 2 Maret 2026.
Ia rutin tampil setiap malam Kamis di 147 Cafe & Resto, kemudian malam Minggu di Kopi Arobi. Dalam setiap penampilannya, Ray membawakan berbagai genre seperti pop, jazz, hingga koplo.
Lagu andalannya saat tampil adalah Panah Asmara yang dipopulerkan oleh Afgan. “Lagu itu sering mendapat respons positif dari pengunjung,” ujarnya.
Menurut Dani, perkembangan live music di Kubar kini semakin terlihat dengan banyaknya café yang rutin menghadirkan hiburan musik setiap pekan. Ia menilai minat masyarakat terhadap live music juga meningkat karena menjadi salah satu pilihan hiburan.
“Sekarang sudah mulai berkembang, dan masyarakat memang butuh hiburan seperti live music,” ucapnya.
Meski demikian, ada tantangan yang kerap dihadapi saat tampil. Salah satunya ketika pengunjung meminta lagu yang belum pernah ia dengar atau kuasai.
“Biasanya kami meminta izin kepada pengunjung untuk memilih lagu yang lebih familiar agar tetap bisa maksimal saat membawakan,” kata Dani.
Di Kutai Barat sendiri telah terbentuk komunitas Musisi Kubar sebagai wadah para pelaku seni musik lokal.
Terkait royalti lagu, Dani menyebut hingga kini belum diberlakukan sistem royalti bagi penyanyi cafe di daerah tersebut, meski sosialisasi hak cipta sudah pernah dilakukan oleh Ketua Musisi Kubar.
“Untuk saat ini memang belum berlaku royalti di pemain cafe, tapi sosialisasi tentang hak cipta sudah pernah disampaikan,” ujarnya.
Ke depan, Dani berharap para musisi di Kutai Barat terus berkarya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ia juga memiliki keinginan suatu saat dapat merilis lagu sendiri.
“Semoga pemain musik di Kubar selalu berkarya dan anak muda berani tampil, gigih, serta pantang menyerah,” ucap nya.