Bangga Kenakan Pakaian Adat Dayak Bahau Sejak Dini
- 16 Jan 2026 14:10 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Mahulu - Kebanggaan terhadap budaya Dayak Bahau tumbuh sejak usia dini di pedalaman Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Provinsi Kalimantan Timur.
Hal itu terlihat dari antusiasme anak-anak mengenakan pakaian adat Dayak Bahau dalam berbagai kesempatan, sebagai wujud kecintaan terhadap identitas budaya mereka.
Pakaian adat Dayak Bahau tidak hanya dikenakan dalam upacara adat, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan yang ditanamkan sejak kecil. Motif khas, warna, serta aksesoris tradisional mencerminkan nilai budaya dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Belawing (11), salah satu anak yang mengenakan pakaian adat Dayak Bahau, mengaku merasa senang dan bangga saat memakainya.
“Saya senang pakai baju adat Dayak Bahau. Rasanya bangga jadi orang Dayak,” kata Belawing, Jumat, 15 Januari 2026.
Hal serupa juga dirasakan Ngau (11). Ia mengatakan, mengenakan pakaian adat membuatnya lebih percaya diri dan merasa dekat dengan budaya leluhurnya.
“Kalau pakai baju adat, saya merasa seperti ikut menjaga budaya kami,” ujar Ngau.
Menurut mereka, pakaian adat Dayak Bahau memiliki keunikan tersendiri dibandingkan pakaian biasa. Ornamen dan hiasan yang digunakan dianggap menarik serta memiliki arti penting bagi masyarakat Dayak.
Kebiasaan mengenakan pakaian adat sejak kecil dinilai menjadi salah satu cara efektif menanamkan nilai pelestarian budaya. Anak-anak tidak hanya diperkenalkan secara teori, tetapi juga melalui pengalaman langsung.
Orang tua dan lingkungan sekitar memiliki peran besar dalam menumbuhkan rasa bangga tersebut. Dengan membiasakan anak-anak mengenakan pakaian adat, nilai budaya Dayak Bahau tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Pelestarian budaya melalui generasi muda diharapkan mampu menjaga identitas Dayak Bahau agar tidak tergerus modernisasi. Semangat anak-anak seperti Belawing dan Ngau menjadi gambaran bahwa budaya lokal masih memiliki tempat di hati generasi penerus.
Melalui langkah sederhana mengenakan pakaian adat, anak-anak Dayak Bahau turut menjadi penjaga tradisi, memastikan warisan leluhur tetap dikenal dan dilestarikan hingga masa depan.