Rahasia Kecantikan Galuh Banjar: Pupur Dingin Kian Populer

  • 14 Des 2025 17:08 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar : Di tengah gempuran produk kosmetik modern, sebuah warisan kecantikan tradisional dari suku Banjar, Pupur Dingin atau yang sering juga disebut bedak dingin, tetap eksis dan bahkan kian populer, terutama di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Bukan sekadar bedak biasa, pupur dingin merupakan masker alami yang telah digunakan turun-temurun oleh para Galuh Banjar (gadis Banjar) untuk menjaga kulit wajah tetap sejuk, cerah, dan terawat.

Pupur dingin dibuat secara tradisional dengan bahan dasar tepung beras murni yang direndam dalam waktu lama, lalu dicampur dengan berbagai rempah alami seperti temulawak, bengkoang, atau kulit pohon bangkal, serta diberi wewangian dari pandan atau melati.

Prosesnya yang memakan waktu dan mengandalkan pengeringan alami di bawah sinar matahari menjadikan produk ini minim efek samping dan terjamin kealamiannya.

Dinamakan dingin karena sensasi sejuk yang langsung terasa saat dioleskan ke kulit. Hal ini sangat cocok untuk iklim Banjarmasin yang cenderung panas.

"Pupur dingin ini rahasia kita urang Banjar. Selain untuk mendinginkan wajah saat cuaca panas, rutin dipakai bisa menghilangkan jerawat dan mencerahkan kulit. Saya pakai ini sejak remaja, dan sampai sekarang masih jadi pilihan utama," ujar Ibu Siti Fatimah, seorang penjual pupur dingin di Pasar terapung sungai siring .

Peningkatan permintaan yang signifikan, tidak hanya dari masyarakat lokal, tetapi juga dari wisatawan yang mencari oleh-oleh autentik dan minim bahan kimia. Inovasi juga dilakukan produsen lokal, di mana pupur dingin kini hadir dalam berbagai varian seperti Pupur Bangkal (berwarna kekuningan) dan diperkaya ekstrak buah-buahan untuk menambah manfaat.

Kehadiran Pupur Dingin di toko-toko daring (online) semakin membuktikan daya tahannya. Produk warisan ini bukan hanya tentang perawatan kulit, tetapi juga upaya melestarikan kearifan lokal Banjar di era digital, membuktikan bahwa kecantikan alami berakar pada tradisi leluhur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....