HUT ke-26 Kubar, Pemerintah Mantapkan Arah Pembangunan

  • 04 Nov 2025 17:36 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar: Momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menjadi refleksi atas perjalanan panjang pembangunan daerah, sekaligus komitmen memperkuat sinergi antar elemen masyarakat dalam mewujudkan kemajuan yang berkelanjutan.

Dalam Rapat Paripurna DPRD Kubar, Selasa (4/11/2025), Bupati Frederick Edwin, menyampaikan arah kebijakan pembangunan daerah dengan menekankan pentingnya harmoni, semangat kebersamaan, dan gotong royong sebagai kekuatan utama daerah.

“Tahun ini kita mengusung tema Harmoni Kebersamaan dalam Budaya. Dengan Harmoni Kita Kuat, dengan Sempekat Kita Bisa. Tema ini menegaskan bahwa kekuatan daerah tidak hanya pada sumber daya alam, tetapi pada nilai kebersamaan, semangat sempekat, dan harmoni budaya yang menjadi jati diri masyarakat Kutai Barat,” kata Bupati Frederick Edwin.

Visi Kutai Barat 2025-2029

Bupati Edwin menuturkan, di usia ke-26 tahun, Kubar terus berbenah melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, dengan visi Kutai Barat yang semakin sejahtera, aman, adil, merata, dan beradat.

Untuk mencapai visi tersebut, pemerintah daerah menyusun strategi prioritas melalui program penuntasan kantong-kantong kemiskinan, penguatan sumber daya manusia berdaya saing dan beradat.

Serta peningkatan perekonomian masyarakat melalui sektor riil seperti pengembangan kawasan ekonomi potensial, hilirisasi, pariwisata, dan ekonomi unggulan daerah.

“Fokus pada sektor rill dan dukungan terhadap daya saing terhadap daya saing SDM diharap meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kutai Barat,” ujarnya.

Pertumbuhan Ekonomi dan Infrastruktur

Lanjut Edwin, menurut data BPS, pertumbuhan ekonomi Kutai Barat pada semester pertama tahun 2025 mencapai 4,15 persen. Semua sektor tercatat tumbuh positif. Hal ini menunjukkan stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika nasional.

Dari sisi infrastruktur, kondisi jalan kabupaten dalam keadaan mantap mencapai 68,7 persen dari total 1.523 kilometer, sementara 374 kilometer sisanya masih belum mantap dan menjadi prioritas peningkatan.

“Penuntasan ruas jalan kabupaten yang menghubungkan antar kampung akan dilaksanakan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah, untuk mendorong aktivitas ekonomi, serta memudahkan akses pendidikan, kesehatan, dan pelayanan dasar lainnya,” ucap Bupati Edwin.

Pada tahun anggaran 2025, pemerintah menargetkan pembangunan dan rekonstruksi jalan poros sepanjang 70 kilometer, pembangunan 4 unit jembatan, semenisasi jalan lingkungan 39 kilometer, pemeliharaan jalan 62 kilometer, serta pembangunan drainase 4,9 kilometer.

Salah satu proyek strategis yang menjadi prioritas jangka menengah adalah Jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ), yang akan menghubungkan Kutai Barat dengan Kutai Kartanegara serta memperpendek jarak menuju Ibu Kota Provinsi dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Dengan demikian diharapkan komoditas pertanian, orang dan barang lainnya lebih mudah dan cepat, mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat," kata Bupati.

Layanan Dasar : Listrik, Air dan Internet

Cakupan layanan air bersih melalui PDAM baru mencapai 39,19 persen dari 186.581 jiwa penduduk Kutai Barat. Dalam rangka HUT ke-26, Pemkab melalui PDAM memberikan subsidi sambungan rumah (SR) bagi 1.000 kepala keluarga di 17 kampung yang telah memiliki jaringan distribusi.

Selain itu, pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Belaw tengah dilakukan untuk menuju sistem sanitary landfill. Pemerintah juga menyiapkan 176 unit instalasi pengolahan limbah domestik bagi 176 kepala keluarga di beberapa kampung.

Bidang perumahan pun mendapat perhatian. Tahun 2025, pemerintah menyalurkan bantuan stimulan perumahan swadaya sebanyak 136 unit, pembangunan baru rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah sebanyak 3 unit, serta bantuan rehab rumah bagi 26 unit lainnya.

Dari sisi energi, 164 kampung (87 persen) kini sudah teraliri listrik PLN. Masih terdapat 30 kampung di 9 kecamatan yang belum terjangkau listrik, dan pemerintah terus berkoordinasi dengan PLN untuk mempercepat penyediaannya.

Untuk jaringan internet, 103 kampung (53 persen) sudah terlayani, sementara 46 kampung (24 persen) masih berstatus blank spot.

“Kita terus berkoordinasi dengan kementerian terkait agar penyediaan BTS di 12 kecamatan segera terealisasi," ujar Bupati Edwin.

Dengan capaian yang terus tumbuh dan berbagai tantangan yang masih dihadapi, Bupati Frederick Edwin menegaskan bahwa perjalanan pembangunan Kubar bukan sekadar mengejar angka dan proyek fisik, melainkan tentang meneguhkan nilai persatuan dan semangat sempekat di tengah keberagaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....