Dibalik Gerobak, Hadi Hasilkan Cuan Tujuh Juta Per-Bulan

  • 01 Nov 2025 13:38 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar: Di depan Kantor Pos Barong Tongkok, setiap sore selalu tampak satu gerobak sederhana dengan asap tipis mengepul dan aroma gurih yang menggoda. Di baliknya, berdiri Hadi Suwito, pria ramah yang sabar melayani pelanggan satu per satu.

Ia sudah berjualan pentol rebus sejak tahun 2014, dan hingga kini tetap setia menjemput rezeki di tanah perantauan, Kutai Barat.

Dagangan yang dibawa Hadi senilai Rp1,5 juta setiap hari. Isinya beragam mulai dari pentol daging, urat, keju, telur ayam, hati ayam, hingga telur puyuh dan semprol. Tak lupa minuman pendamping seperti es teh, dengan harga dari seribu rupiah hingga sepuluh ribu rupiah per biji pentol.

“Alhamdulillah, setiap hari habis. Sudah ada pelanggan tetap, kebanyakan dari perusahaan. Kadang mereka datang satu bus, kadang juga pesan lewat HP,” Ucap Hadi saat ditemui RRI di sela melayani pembeli.

Meski bekerja sebagai karyawan di salah satu usaha yang terkenal dengan nama 'Pentol Ojo Lali', Hadi tetap bersyukur dengan penghasilannya. Ia menerima gaji pokok Rp2 juta, namun dengan tambahan uang jalan dan komisi penjualan, ia bisa mengumpulkan hingga Rp7 juta per bulan.

“Kalau dihitung sama uang jalan, bisa dapat tujuh juta sebulan. Bos suka kasih tambahan, kadang seratus ribu, kadang dua ratus ribu,” ujarnya sambil tersenyum.

Hadi mengaku libur setiap hari Jumat. Baginya, waktu itu digunakan untuk istirahat di rumah kontrakan nya di Barong Tongkok, tempat ia menetap sejak pertama kali datang ke Kutai Barat sebelas tahun lalu.

“Biasanya saya istirahat saja, beres-beres, kadang bantu bos siapin bahan buat besoknya,” katanya.

Di balik gerobak pentolnya yang sederhana, tersimpan kisah tentang ketekunan dan rasa syukur. Hadi bukan sekadar berjualan, tapi juga membuktikan bahwa dengan kerja keras dan kejujuran, rezeki akan selalu datang bagi mereka yang mau berusaha.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....