Jamu Tradisional Keliling Masih Diminati di Kutai Barat
- 15 Okt 2025 21:31 WIB
- Sendawar
KBRN,Sendawar: Di tengah maraknya kedai jamu modern dengan kemasan menarik, keberadaan penjual jamu keliling (tradisional) di Kutai Barat, rupanya masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.
Salah satunya Sarimurni, warga Kecamatan Barong Tongkok, yang sudah berkeliling menjajakan jamu racikannya. Ia becerita dulunya ia mulai membawa kendi dan botol jamu dengan sepeda, menawarkan minuman herbal tradisional dari rumah ke rumah maupun di pasar-pasar.
Setiap hari, Sarimurni memperoleh penghasilan sekitar seratus ribu rupiah dari hasil penjualan. Meski hasilnya tidak besar, ia tetap bersyukur dan memilih bertahan karena telah terbiasa serta memiliki pelanggan setia.
“Sudah dari dulu saya keliling, banyak yang langganan. Kadang kalau saya tidak bisa jualan, anak saya bantu gantiin,” ujarnya sambil tersenyum.
Selain menjadi sumber penghasilan keluarga, dirinya berharap tradisi meracik jamu tetap diwariskan. Ia percaya, jamu adalah warisan budaya yang tak boleh hilang.
Ia biasa berjualan di kawasan Barong Tongkok dan memilih berjualan keliling karena bisa lebih dekat dengan pelanggan sekaligus menambah jangkauan pembeli.
“Kalau keliling, bisa ketemu banyak orang. Kadang berhenti di penjual sayur atau di depan rumah warga. Lebih laku dibanding buka warung tetap,” ucapnya.
Sementara itu, salah seorang pelanggan, Asni, mengaku selalu membeli jamu tradisional untuk menjaga kebugaran tubuh.
“Jamu keliling itu rasanya lebih alami. Bahannya dari kunyit, jahe, sirih, sama beras kencur. Kalau diminum pas badan pegal, langsung enak,” katanya.
Meski persaingan dengan produk modern makin ketat, Sebagai penjual jamu keliling dirinya mengaku, tetap bersemangat menjaga tradisi. Bagi mereka, jamu bukan sekadar minuman kesehatan, tetapi juga bagian dari budaya yang diwariskan turun-temurun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....