Otorita IKN Gelar Workshop Membatik dengan Pewarna Alami Khas Kalimantan

  • 19 Mei 2026 18:37 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menghadirkan workshop membatik menggunakan pewarna alami sebagai bagian dari rangkaian kegiatan IKN Fun Day selama libur Kenaikan Isa Almasih 2026. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Sentra Massa IKN itu terbuka gratis untuk masyarakat tanpa pendaftaran.

Workshop tersebut mengajak pengunjung mengenal teknik membatik sederhana dengan metode shibori atau tie-dye menggunakan pewarna alami dari tanaman khas Kalimantan, seperti mangrove dan ketapang. Seluruh alat dan bahan disiapkan panitia, sementara hasil karya peserta dapat dibawa pulang.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Safitri, mengatakan kegiatan itu dirancang agar pengunjung tidak hanya datang melihat kawasan IKN, tetapi juga memperoleh pengalaman edukatif dan kreatif.

“Melalui workshop membatik ini, masyarakat dapat mengenal bagaimana tanaman di hutan IKN dimanfaatkan sebagai pewarna tekstil alami. Batik merupakan medium untuk mengekspresikan kebudayaan, termasuk memperkenalkan ragam hias khas wilayah IKN,” ujar Myrna dalam keterangan Humas OIKN, Senin 18 Mei 2026.

Dalam proses pewarnaan, daun ketapang direbus untuk menghasilkan warna alami, sedangkan bahan mangrove yang digunakan dapat berupa propagul, kulit, maupun daun yang telah digeprek agar sarinya keluar. Variasi warna kemudian dihasilkan melalui proses fiksasi menggunakan kapur, tawas, dan tunjung sehingga menghasilkan warna merah bata, merah muda, biru tua, hingga cokelat.

Menurut Myrna, batik khas IKN memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai bagian dari ekonomi kreatif dan identitas budaya Nusantara. Meningkatnya jumlah pengunjung ke IKN juga dinilai membuka peluang pasar bagi produk wastra dan suvenir lokal.

“Kaos mungkin sudah banyak, tetapi batik khas IKN masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Kami berharap peluang ini dapat dimanfaatkan masyarakat lokal,” katanya.

Ia menambahkan, Otorita IKN terus mendorong peningkatan kapasitas masyarakat melalui berbagai pelatihan agar mampu menghasilkan produk batik dan wastra yang berkualitas dan memiliki daya saing lebih luas.

Antusiasme pengunjung terlihat dari banyaknya keluarga yang mengikuti kegiatan tersebut. Salah satunya Novita Sandra, pengunjung asal Samarinda, yang datang bersama anaknya untuk mencoba pengalaman membatik menggunakan pewarna alami.

“Hari ini saya coba membatik dan ternyata di IKN membatiknya versi tie-dye menggunakan cairan dari tumbuhan khas Kalimantan seperti mangrove dan ketapang. Saya baru tahu pewarna bisa berasal dari akar-akar tumbuhan. Kegiatannya seru dan edukatif, apalagi saya bawa anak kecil, jadi bisa menambah pengalaman mereka selain berkeliling di IKN,” ujar Novita.

Selain workshop membatik, rangkaian IKN Fun Day juga menghadirkan berbagai aktivitas ramah keluarga dan lintas usia, seperti mendongeng, mewarnai satwa liar, permainan tradisional, hingga area bermain catur.

“Harapannya, Sentra Massa dapat menjadi pusat aktivitas yang menyenangkan bagi pengunjung. Kami ingin IKN menjadi ruang yang ramah keluarga, ramah gender, dan ramah usia,” ucap Myrna.

Rangkaian kegiatan IKN Fun Day juga diisi berbagai aktivitas edukatif dan hiburan, mulai dari membatik, penanaman pohon, permainan catur, mendongeng dan mewarnai, hingga permainan anak-anak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....