Pedagang Pisang Kubar Bertahan Andalkan Hasil Kebun Sendiri

  • 15 Apr 2026 21:05 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Pedagang pisang di Kampung Balok Asa, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), tetap bertahan menjalankan usaha secara mandiri dengan mengandalkan hasil kebun sendiri di tengah fluktuasi pasar.

Loyati, salah satu pedagang, menjajakan pisang di kios sederhana dengan cara digantung rapi untuk menjaga kualitas. Ia mengaku telah menekuni usaha tersebut selama beberapa tahun sebagai sumber penghasilan keluarga.

“Sudah sekitar tiga tahun saya jualan pisang di sini untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari. Pisangnya juga dari kebun sendiri,” ujarnya, pada Rabu 15 April 2026.

Ia menjelaskan, sebagian besar pisang yang dijual merupakan hasil panen pribadi, sehingga dapat menekan biaya produksi. Dari berbagai jenis yang tersedia, pisang kepok menjadi komoditas paling diminati pembeli.

“Pisang kepok paling laris, biasanya untuk digoreng atau direbus,” katanya.

Selain itu, pisang berukuran panjang dengan tekstur lembut juga banyak dicari karena kerap dijadikan bahan olahan camilan oleh masyarakat.

“Kalau yang ukuran panjang biasanya untuk bikin camilan, banyak juga yang cari,” ucapnya.

Untuk harga, Loyati menjual pisang sekitar Rp20 ribu per sisir. Meski menghadapi naik turunnya jumlah pembeli dan harga pasar, ia tetap mempertahankan usaha tersebut sebagai penopang ekonomi keluarga.

Ketahanan pedagang kecil seperti ini menjadi gambaran bagaimana sektor informal tetap berperan dalam menjaga ketersediaan pangan lokal di daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....