Tekan Kemiskinan, Pemerintah Arahkan Petani ke Tanaman Cepat Panen

  • 14 Feb 2026 22:10 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) bersama Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri sepakat mendorong para petani lokal untuk mendiversifikasi lahan mereka dengan tanaman hortikultura. Langkah ini diambil sebagai strategi cepat untuk memperkuat arus kas (cash flow) harian keluarga tani di tengah tingginya angka kerentanan ekonomi.

Analis Sumber Daya Manusia BSKDN Kemendagri, Ira Hayatunisma, menekankan bahwa ketergantungan pada tanaman keras atau sektor pertambangan seringkali membuat petani harus menunggu lama untuk mendapatkan penghasilan. Sebagai solusinya, tanaman "cepat panen" seperti sayur-mayur dan cabai harus menjadi prioritas jangka pendek.

Ira menjelaskan, salah satu pemicu kemiskinan di daerah kaya sumber daya adalah ketiadaan pendapatan rutin harian. Dengan menanam komoditas hortikultura, petani tidak perlu menunggu berbulan-bulan seperti menanam padi atau bertahun-tahun seperti sawit.

"Pilih potensi yang paling gampang dan cepat panennya. Kalau sayur dan cabai, sirkulasinya cepat. Strategi ini diharapkan mampu memberikan arus kas harian bagi petani sehingga kebutuhan dapur tetap terjaga setiap harinya," ujar Ira dalam forum FGD Strategi Penguatan SDM di Sendawar, Kamis 12 Februari 2026.

Dorongan ini juga diselaraskan dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah daerah diminta memastikan bahwa suplai bahan baku seperti sayuran, telur, dan daging untuk kebutuhan lokal diambil langsung dari hasil keringat petani setempat.

"Jangan sampai suplainya mengambil dari luar daerah. Dinas terkait harus mengarahkan produk masyarakat agar terserap oleh pasar lokal sendiri. Jika ini berjalan, petani tidak akan berhenti berproduksi karena permintaannya terus ada," tambahnya.

Selain pergeseran jenis tanaman, Pemkab Kubar juga didorong untuk mulai mengadopsi teknologi pertanian guna menarik minat generasi muda. Penggunaan drone untuk penyiraman air dan penyebaran bibit menjadi salah satu poin yang diusulkan untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi.

Di sisi lain, edukasi mengenai tanaman cepat panen ini juga akan menyasar lingkungan sekolah melalui program Ketahanan Pangan (Ketapang). Anak sekolah akan diajarkan cara menanam sayuran di area sekolah, yang hasilnya dapat dikonsumsi bersama untuk meningkatkan status gizi siswa.

Suasana Focus Group Discussion (FGD) Strategi Penguatan SDM yang berlangsung di Aula ATJ, Kantor Pemkab Kutai Barat, Kamis (12/2/2026). Tampak para perwakilan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Bappeda, Dinas Pertanian, dan Disnaker, duduk melingkar dalam kelompok-kelompok kerja. Foto: RRI Sendawar/Andreas.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kubar, Stepanus Alexander Samson, menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi petani melalui bantuan sarana produksi (saprodi). Dalam rencana jangka pendek 0-9 bulan, pihaknya akan memfokuskan distribusi bibit unggul, pupuk, dan herbisida yang tepat sasaran.

"Kami ingin petani kita berdaya melalui penguatan di sektor hortikultura. Ini adalah kunci agar ketahanan ekonomi keluarga tidak rapuh," kata Stepanus.

Rekomendasi Berita