BIMA ETAM Digelar Perdana di Mahulu Dukung UMKM Perbatasan
- 13 Feb 2026 20:13 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Mahulu - Sepanjang tahun 2025, program Business Matching serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM (BIMA ETAM) telah dilaksanakan sebanyak sembilan kali di berbagai daerah. Untuk pertama kalinya, kegiatan tersebut digelar di Kabupaten Mahakam Ulu sebagai bagian dari perluasan jangkauan program di wilayah perbatasan.
Dari pelaksanaan sebelumnya, program ini telah diikuti oleh 783 UMKM dan membantu penyaluran pembiayaan produksi kepada 160 UMKM dengan total nilai mencapai Rp16,8 miliar. Capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme pelaku usaha sekaligus efektivitas program dalam mendorong akses pembiayaan.
Kehadiran BIMA ETAM di Mahakam Ulu diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku UMKM setempat untuk mendapatkan akses permodalan dan peningkatan kapasitas usaha. Pemerintah daerah menilai kegiatan ini sebagai momentum strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi lokal.
Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan, mengatakan para pelaku UMKM harus memanfaatkan kesempatan tersebut secara optimal. Menurutnya, partisipasi aktif dalam program ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing usaha.
“Para pelaku UMKM Mahakam Ulu diharapkan dapat memaksimalkan partisipasi dalam kegiatan ini sekaligus memperkuat jejaring dan kolaborasi antarpelaku usaha,” ujar Angela, Jumat, 13 Februari 2026.
Ia menambahkan bahwa penguatan jejaring dan kolaborasi menjadi kunci dalam membangun ekosistem UMKM yang tangguh. Sinergi antarpelaku usaha dinilai mampu menciptakan peluang pasar baru serta meningkatkan kualitas produk lokal.
“Kami ingin ekosistem UMKM di Mahakam Ulu semakin solid dan berdaya saing, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga di Kalimantan Timur,” katanya.
Dengan pelaksanaan yang telah mencapai sembilan kali sepanjang 2025, BIMA ETAM diharapkan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha. Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu berkomitmen untuk mendukung keberlanjutan program tersebut guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....