BIMA ETAM Salurkan Kredit untuk 343 UMKM, Mahulu Siap Berpartisipasi
- 13 Feb 2026 19:22 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Mahulu - Program Business Matching serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM (BIMA ETAM) pada tahun 2025 berhasil menyalurkan kredit kepada 343 debitur UMKM di kabupaten dan kota Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di wilayah tersebut.
Penyaluran kredit ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan sektor UMKM. Pemerintah berharap pelaku UMKM di Mahakam Ulu dapat memanfaatkan peluang tersebut secara optimal untuk memperluas usaha dan meningkatkan kapasitas produksi.
Dirilis dari ppid.mahakamulukab.go.id, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur, Bayuadi Hardiyanto, menyampaikan bahwa program BIMA ETAM dirancang sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor. Program ini bertujuan membuka akses pembiayaan sekaligus meningkatkan literasi keuangan pelaku UMKM.
“BIMA ETAM merupakan program sinergi bersama OJK, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu, Lembaga Jasa Keuangan, dan mitra kerja terkait guna meningkatkan akses pembiayaan dan literasi keuangan bagi UMKM,” ujar Bayuadi, Jumat, 13 Februari 2026.
Ia menjelaskan bahwa selain penyaluran kredit, program tersebut juga menghadirkan kegiatan edukasi keuangan dan business matching. Melalui pendekatan ini, pelaku UMKM tidak hanya memperoleh pembiayaan, tetapi juga pemahaman terkait pengelolaan usaha yang berkelanjutan.
“Dengan capaian 343 debitur UMKM pada tahun 2025, kami berharap semakin banyak pelaku usaha yang naik kelas dan mampu memperkuat struktur ekonomi daerah,” katanya.
Pemerintah daerah menilai capaian ini sebagai peluang besar bagi UMKM Mahakam Ulu untuk memperluas jaringan usaha dan meningkatkan daya saing. Dukungan pembiayaan yang diiringi literasi keuangan diharapkan mampu memperkuat fondasi usaha masyarakat di wilayah perbatasan.
Ke depan, sinergi antara Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, pemerintah daerah, dan lembaga jasa keuangan akan terus diperkuat. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan program sekaligus memperluas jangkauan pembiayaan bagi UMKM di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....