Harga Kedelai di Kubar Diperkirakan Naik hingga Lebaran

  • 03 Feb 2026 16:19 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar-Kenaikan harga kedelai masih menjadi perhatian para pengrajin tahu di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Kondisi ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga bulan Ramadan dan Lebaran, seperti pola kenaikan harga yang biasa terjadi setiap tahun.

Suryati, Perajin tahu Arema, di Kampung Sumber Sari, Kecamatan Barong Tongkok, mengatakan harga kedelai saat ini sudah mencapai Rp11.500 per kilogram. Harga tersebut naik sekitar Rp500 dibandingkan sebelumnya.

“Kedelai naik Rp500 per kilo. Biasanya Rp10.000 sampai Rp10.500, sekarang sudah Rp11.500 per kilo,” ucap Suryati, Selasa, 3 Februari 2026.

Ia menjelaskan, kenaikan harga ini sudah terjadi sejak November lalu. Menurutnya, harga kedelai biasanya terus bergerak naik menjelang hari besar keagamaan.

“Ini mau bulan ramadahan dan Lebaran, ini kayaknya naik lagi. Pernah juga sampai Rp12.000 per kilo,” ujar Suryati.

Tahu hasil produksi Pengrajin Tahu Arema di Kampung Sumber Sari, Barong Tongkok.

Untuk memenuhi kebutuhan produksi, Suryati mendapatkan pasokan kedelai dari distributor di Sumber Sari yang mendatangkannya dari Samarinda. Meski harga bahan baku naik, produksi tahu tetap dilakukan setiap hari.

Produk tahu yang dihasilkan dipasarkan tidak hanya di sekitar Barong Tongkok, tetapi juga didistribusikan hingga Tanjung Isuy dan Mahakam Ulu (Mahulu). Pengantaran ke pelanggan terdekat biasanya dikenakan biaya tambahan transportasi.

“Kalau pengantaran dekat-dekat sini biasanya ada biaya ojek Rp5.000,” kata Suryati.

Suryati berharap harga kedelai dapat kembali stabil setelah Lebaran, sehingga usaha pengrajin tahu tetap bertahan dan masyarakat tetap bisa memperoleh tahu dengan harga terjangkau.

Rekomendasi Berita