Laris Manis, Pejualan Bibian Kebab Meluas Hingga Mahulu
- 05 Des 2025 21:07 WIB
- Sendawar
KBRN, Sendawar: Maria Oktaviani Kerawing atau akrab disapa Via, wanita berusia 35 tahun asal Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang kini berdomisili di Kota Samarinda, tengah menekuni usaha kebab frozen rumahan.
Ia mengaku baru memulai bisnis yang diberi nama Bibian Kebab tersebut sekitar dua bulan terakhir. Usaha itu mulai ia rintis pada Oktober 2025, setelah melihat peluang kuliner yang cukup menjanjikan dengan menawarankan cita rasa tersendiri kepada pembeli.
“Awalnya cuma iseng bikin bekal untuk anak saya, ternyata malah jadi usaha beneran,” kata Via, Jumat (5/12/2025).

Via memproduksi sendiri kebab frozen itu dari rumah. Proses pembuatannya pun cukup sederhana. Kebab tidak dipanggang terlebih dahulu, melainkan hanya disusun rapi ke dalam kotak dan dibekukan di kulkas.
“Kalau mau dimakan tinggal dikeluarkan dari freezer, terus dipanggang sebentar di teflon. Praktis banget,” ujarnya.
Satu kotak berisi 10 kebab dijual dengan harga Rp50 ribu. Tingginya minat masyarakat membuat kebab buatan Via tidak hanya laku di Samarinda, tetapi juga dikirim hingga ke Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu).
“Banyak yang pesan sampai saya kirim ke Mahulu. Mereka bilang rasanya cocok dan praktis. Untuk ongkir di luar kabupaten ditanggung pembeli,” ucap Via.
Usaha kebab ini bermula tanpa rencana. Teman-teman anaknya yang mencicipi kebab buatan Via mengaku suka dengan rasanya. Dorongan itu membuatnya mencoba menitipkan produk ke kantin sekolah anaknya.
“Pas dicoba, hari itu langsung habis dalam sehari. Dari situ banyak orang tua murid yang pesan karena cepat dan praktis buat bekal,” kata Via.
Tidak hanya mengandalkan penjualan di lingkungan sekolah, Via juga aktif mempromosikan kebab frozen melalui media sosial. Ia menyebutkan bahwa banyak pesanan datang setelah keluarga dan teman melihat unggahannya.
“Sering aku posting di story. Lama-lama banyak yang penasaran dan akhirnya order,” katanya.
Pengiriman kebab ke Kutai Barat dan Mahulu dilakukan berdasarkan pesanan, dengan minimal 10 boks agar efisien dalam biaya dan pengemasan. Berbagai moda transportasi digunakan, mulai dari mobil, kapal, hingga speedboat.
“Kalau ke Mahulu biasanya lewat kapal atau speed. Yang penting bisa sampai semalam supaya kualitasnya tetap terjaga,” ucapnya.
Namun ia mengakui tantangan terbesar adalah ketika kendaraan atau kapal mengalami gangguan selama perjalanan.
Untuk menjaga kualitas kebab selama proses distribusi, Via menekankan pentingnya menjaga suhu produk agar tetap beku. Ia memasukkan kotak kebab ke wadah berisi es batu dan rutin mengisi ulang setiap beberapa jam.
“Harus dingin terus. Biasanya isi ulang es batu tiap tiga atau empat jam biar kebab tetap beku sampai tujuan,” kata Via.
Via berharap suatu saat bisa membuka cabang di Kutai Barat dan Mahulu.
“Kalau banyak peminatnya, kenapa tidak? Yang penting tetap semangat dan jangan menyerah,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....