Festival Gemeoh Jadi Wadah Budaya dan Ekonomi Lokal
- 15 Nov 2025 05:17 WIB
- Sendawar
KBRN, Sendawar: Rangkaian perayaan HUT ke-224 Kecamatan Melak tahun ini dimeriahkan dengan Festival Gemeoh. Sebuah kegiatan yang tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga menjadi sarana penting untuk melestarikan budaya lokal dan mengenalkan adat istiadat kepada generasi muda.
Festival ini diharapkan dapat menjadi ajang bagi seluruh masyarakat untuk kembali mengapresiasi warisan budaya Kutai dan Melayu, sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga dari berbagai etnis yang tinggal di wilayah ini.
Menurut Sekretaris Kecamatan Melak, Martoyosan, Festival Gemeoh menonjolkan budaya Kutai dan Melayu sebagai etnis mayoritas di Melak, namun pelaksanaan festival tetap melibatkan seluruh komunitas Dayak yang ada di Kutai Barat (Kubar).
“Dalam pelaksanaannya tetap melibatkan semua etnis Dayak yang ada di Kabupaten Kubar. Ini membuat festival lebih inklusif dan menjadi wadah kebersamaan antarwarga,” katanya, Jumat (14/11/2025).
Festival Gemeoh lanjut Martoyosan, tidak sekadar hiburan semata namun menjadi media untuk memperkenalkan berbagai seni, adat, dan tradisi yang sudah diwariskan turun-temurun, agar nilai-nilai budaya tetap hidup di tengah perkembangan zaman yang cepat.
Festival ini juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap identitas budaya mereka sendiri.
Selain aspek budaya, Festival Gemeoh juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kebersihan dan keamanan selama kegiatan yang berlangsung sejak 11 hingga 17 November mendatang.
“Kami berharap masyarakat tetap tertib dan menjaga kebersihan lingkungan selama festival, sehingga kegiatan dapat berjalan lancar dan aman bagi semua,” ucap Martoyosan.
Tidak hanya budaya dan hiburan, Festival Gemeoh juga membuka ruang bagi pelaku UMKM dan kuliner lokal. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberi dampak positif bagi perekonomian keluarga di wilayah Melak, sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada pengunjung.
“Harapan kami, melalui Festival Gemeoh, UMKM lokal bisa berkembang lebih baik ke depan, sekaligus melestarikan seni dan budaya yang menjadi identitas masyarakat Melak,” ujarnya.
Festival Gemeoh kini menjadi simbol sinergi yang harmonis antara pelestarian budaya, edukasi, dan pengembangan ekonomi lokal. Melalui festival ini, masyarakat tidak hanya dapat menikmati berbagai hiburan, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana budaya dan ekonomi lokal dapat berjalan beriringan.
Dengan rangkaian acara yang meriah dan beragam, Festival Gemeoh membuktikan bahwa pelestarian budaya, hiburan, dan pengembangan UMKM bisa berjalan bersamaan. Kegiatan ini juga memperkuat rasa kebersamaan antarwarga, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga warisan budaya Kutai Barat agar tetap hidup untuk generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....