Maskapai Perlu Keterisian 70 Persen agar Rute Samarinda-Melak Berkelanjutan
- 27 Jul 2026 11:57 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Keberlangsungan layanan penerbangan rute Samarinda-Melak (PP) di Bandara Melalan, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), sangat bergantung pada tingkat keterisian penumpang.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Urada (UPBU) Melalan, Bernard Repelita Purba, mengatakan, dari pihak maskapai telah menetapkan tingkat keterisian atau load factor minimal 70 persen, agar operasional penerbangan tetap layak secara bisnis.
Menurut Bernard, maskapai tidak hanya melihat antusiasme masyarakat pada penerbangan perdana, tetapi juga konsistensi jumlah penumpang pada setiap jadwal penerbangan. Apabila keterisian kursi berada di bawah batas minimal, maskapai berpotensi mengalami kerugian sehingga keberlanjutan rute menjadi sulit dipertahankan.
“Minimum itu 70 persen dari kursi yang tersedia harus terpenuhi. Kalau di bawah 70 persen, mereka akan rugi karena biaya operasional tidak tertutupi. Tapi kalau sudah minimal 70 persen, itu sudah cukup untuk operasional mereka,” kata Bernard, Senin 27 Juli 2026.
Ia mengungkapkan, target tersebut berhasil dicapai pada penerbangan perdana rute Samarinda-Melak. Capaian itu menjadi modal awal yang baik bagi maskapai, untuk terus mengoperasikan penerbangan dan membuka peluang peningkatan frekuensi apabila permintaan masyarakat terus bertambah.
Bernard optimistis jumlah penumpang akan terus meningkat. Sebab, perjalanan udara menawarkan efisiensi waktu yang jauh lebih baik dibandingkan perjalanan darat, sementara selisih biaya dinilai masih dapat diterima oleh masyarakat maupun pelaku usaha yang membutuhkan mobilitas tinggi.
“Kalau dibandingkan dengan travel yang tarifnya sudah sekitar Rp500 ribu, sementara dari sini sekitar Rp800 ribu, hanya menambah sedikit biaya tetapi jauh lebih efisien dari sisi waktu. Apalagi Kutai Barat didukung banyak perusahaan tambang yang sangat berpotensi menjadi pengguna jasa penerbangan ini,” ujarnya.
Selain faktor permintaan, Bernard menjelaskan kapasitas keberangkatan pesawat ATR 72 dari Bandara Melalan saat ini belum dapat dimaksimalkan. Meski pesawat memiliki kapasitas lebih besar, panjang landasan pacu membuat jumlah penumpang saat lepas landas dibatasi sekitar 65 orang demi memenuhi aspek keselamatan penerbangan.
Sementara untuk penerbangan yang mendarat di Melalan, kapasitas penumpang dapat lebih banyak atau full seat, karena tidak dipengaruhi kebutuhan performa lepas landas.
Rute Samarinda-Melak pulang pergi yang dilayani Wings Air, menggunakan pesawat ATR 72 mulai beroperasi pada 17 Juni 2026. Kehadiran layanan ini diharapkan semakin memperkuat konektivitas Kubar dengan ibu kota provinsi, sekaligus mendukung aktivitas pemerintahan, dunia usaha, dan investasi di wilayah tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....