Pedagang Buah Kubar Keluhkan Persaingan Harga Tidak Sehat
- 15 Apr 2026 20:57 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Pedagang buah di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menghadapi tekanan persaingan harga yang dinilai tidak sehat. Kondisi ini berpotensi menekan keuntungan hingga memicu kerugian di tingkat pedagang.
Salah satu pedagang buah, Elya, mengatakan harga jual di pasaran kerap tidak rasional dan berada di bawah harga pasok.
“Kadang harga jual di Kubar lebih murah dari Samarinda, bahkan lebih murah dari supplier. Ini ironis,” ujarnya, Rabu 15 April 2026.
Ia menilai situasi tersebut memaksa pedagang lebih cermat dalam menentukan harga agar tetap kompetitif tanpa merugi. Ketidakstabilan harga juga berdampak pada fluktuasi penjualan yang sulit diprediksi.
Meski demikian tokonya diakui memiliki pangsa pasar sendiri. “Persaingan harga memang ada hanya saja yang belanja disini sudah punya pelanggan dan segmentasi pasar tersendiri," ucapnya.
Selain itu, disparitas harga antara buah lokal dan impor turut memengaruhi pasar. Buah lokal cenderung lebih terjangkau, sementara buah impor memiliki harga lebih tinggi.
“Buah lokal relatif lebih murah, sedangkan buah impor mahal, khususnya stroberi Korea,” katanya.
Di tengah tekanan harga, pedagang juga dihadapkan pada risiko kerusakan barang dagangan. Buah yang mudah busuk menjadi tantangan utama dalam menjaga kualitas sekaligus meminimalkan kerugian.
“Tantangan terbesar itu buah busuk, selebihnya aman,” ucap Elya.
Meski menghadapi berbagai kendala, pedagang tetap berupaya menjaga kualitas buah serta memberikan edukasi kepada konsumen. Masyarakat diimbau memilih buah yang segar, serta menyimpannya dengan benar agar lebih tahan lama.
“Pilih yang bersih dan segar. Kalau mau tahan lama, simpan di kulkas dan jangan beli berlebihan,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....