ITM Grup Melak Hadapi Tantangan Operasional 2026

  • 17 Jan 2026 19:50 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – PT Indo Tambangraya Megah (ITM) Grup Melak menargetkan produksi batu bara sebesar 15 juta ton pada tahun 2026. Target tersebut bergantung pada peningkatan kinerja operasional, kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja, serta koordinasi internal perusahaan dan mitra kontraktor.

AMM Melak Cluster, Hirung, menyatakan bahwa pencapaian target produksi memerlukan efisiensi operasional yang konsisten serta kedisiplinan seluruh tenaga kerja di lapangan. Menurutnya, standar keselamatan kerja dan kerja sama antarunit menjadi faktor penentu dalam menjaga stabilitas produksi.

“Target produksi tahun 2026 sekitar 15 juta ton. Untuk mencapainya, seluruh karyawan dan mitra kerja harus bekerja secara maksimal dan terkoordinasi,” ujar Hirung dalam kegiatan internal perusahaan di Sendawar, Kamis (15/1/2026).

Target tersebut dinilai cukup ambisius mengingat tantangan sektor pertambangan batu bara, seperti fluktuasi permintaan pasar, kondisi cuaca, serta risiko keselamatan dan lingkungan. ITM Grup Melak mengandalkan dukungan sejumlah anak usaha dan kontraktor, antara lain PT TCM, BEK, GPK, TIS, dan NRP, untuk menjaga kesinambungan produksi.

BACA JUGA:

ITM Melak Group Gelar Natal Bersama, Perkuat Solidaritas Internal

Selain aspek produksi, perusahaan juga dihadapkan pada tuntutan penerapan praktik pertambangan berkelanjutan. Aktivitas pertambangan di Kabupaten Kutai Barat berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan sosial apabila tidak dikelola secara optimal, sehingga pengawasan dan komitmen terhadap regulasi menjadi hal krusial.

Hirung menyebutkan, ketersediaan cadangan batu bara masih mencukupi, namun kesiapan operasional dan pengelolaan sumber daya manusia tetap menjadi tantangan utama dalam merealisasikan target produksi tahun 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....