Pepuyu, Ikan Rawa Bernilai Ekonomis

  • 30 Jul 2025 18:55 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar: Kabupaten Kutai Barat dikenal sebagai salah satu daerah dengan kekayaan perikanan air tawar yang melimpah. Kondisi geografisnya yang dominan berupa rawa, sungai, dan danau menjadikan wilayah ini cocok sebagai habitat berbagai jenis ikan lokal yang berkontribusi besar terhadap pemenuhan gizi masyarakat.

Beragam jenis ikan lokal dapat ditemukan di wilayah ini, seperti lele rawa, sepat, patin, haruan, lais, jelawat, dan lainnya. Sebagian besar ikan tersebut hidup bebas di alam, sementara sebagian lainnya dibudidayakan oleh masyarakat setempat.

Salah satu ikan yang kini memiliki nilai ekonomi tinggi adalah ikan pepuyu. Ikan yang hidup di rawa-rawa ini saat ini dijual dengan harga mencapai Rp50.000 per kilogram. Hasna, salah seorang penjual ikan pepuyu di wilayah Melak, mengungkapkan bahwa tingginya harga disebabkan oleh ketersediaan ikan yang terbatas.

“Pepuyu satu kilo Rp50.000, soalnya jarang ada, Mas. Biasanya tunggu air naik baru bisa dapat,” ujar Hasna pada Rabu (30/7/2025).

Selain pepuyu, dua jenis ikan lokal lain yang juga memiliki harga jual cukup tinggi di Kutai Barat adalah ikan baong dan ikan lais. Kedua jenis ikan ini banyak diminati karena rasanya yang khas serta kandungan gizinya yang tinggi.

Kekayaan sumber daya ikan lokal ini menjadi potensi besar bagi pengembangan ekonomi daerah sekaligus sebagai sumber pangan bergizi yang dapat diandalkan masyarakat. (Edy)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....